<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771</id><updated>2011-10-11T22:05:11.086-07:00</updated><category term='Tulisan Sahabat'/><category term='SuaraHati'/><category term='Buletin Buka Hati'/><category term='Kode Etik Nongkrong'/><category term='About Oeblik'/><title type='text'>oeblikawula</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-195654921607514173</id><published>2010-08-27T00:19:00.001-07:00</published><updated>2010-08-27T00:29:38.841-07:00</updated><title type='text'>Holy Quran (3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/THdnRUxOWTI/AAAAAAAAACw/v8FaTrjjYdI/s1600/albaqarah+185.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 653px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/THdnRUxOWTI/AAAAAAAAACw/v8FaTrjjYdI/s320/albaqarah+185.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509986216441698610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;185. the month of Ramadân In which was revealed the Qur'ân, a guidance for mankind and clear proofs for the guidance and the criterion (between Right and wrong). so whoever of You sights (the crescent on the first night of) the month (of Ramadân i.e. is present at his home), He must observe Saum (fasts) that month, and whoever is ill or on a journey, the same number [of days which one did not observe Saum (fasts) must be made up] from other days. Allâh intends for You ease, and He does not want to make things difficult for you. (He wants that you) must complete the same number (of days), and that You must magnify Allâh [i.e. to Say Takbîr (Allâhu-Akbar; Allâh is the Most Great) on Seeing the crescent of the months of Ramadân and Shawwâl] for having guided You so that You may be grateful to Him.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Al Baqarah : 185. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanalloh, Maha Suci Alloh yang telah Menurunkan Al Quran dengan segala kemuliaan dan keistimewaan :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Diturunkan kepada manusia yang paling mulia diantara milyaran manusia, bahkan dari semua makhluk yang diciptakanNya, yaitu Nabi Muhammad SAW.  Paling mulia diantara manusia karena Beliau pernah menjadi imam sholat yang dimakmumi oleh para Nabi dan Rasul sebelumnya di Masjidil Aqsa pada saat Isro’, dan dimuliakan atas seluruh malaikat saat di Sidratul Muntaha di saat Mikroj. Seorang yang paling mulia akhlaqnya, paling adil dalam memimpin ummatnya, paling kasih sayang kepada keluarganya, dan seorang yang paling berpengaruh sepanjang peradaban manusia.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Awal diturunkannya adalah pada malam hari yang paling mulia di antara waktu yang diciptakanNya, di malam yang kebaikannya lebih dari seribu bulan ( setara dengan 30X1000 hari = 30.000 hari ) !&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penulisannya dalam bahasa Arab yang memiliki keunggulan dibanding semua bahasa yang diilhamkanNya kepada manusia.  Bahkan atas keMaha-Kuasa-anNya seluruh kalimat yang ada dalam Al Quran semuanya berbahasa Arab, tidak terselip satu kata pun yang berasal dari bahasa lain selain bahasa Arab.   Hanyalah huruf huruf bahasa Arab yang sah sebagai huruf huruf yang dipakai melambangkan lafal lafal ayat ayatnya.  Dengan huruf huruf itulah Alloh SWT menimbang balasan atas amalan menghafal, membaca, dan mendengarkannya.   Dan, atas dasar jumlah ayat yang telah dihafalkan itulah derajat penghuni Al Jannah ditentukan.  Subhanalloh...&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al Quran, sejak mulai diturunkan hingga sekarang, Alloh SWT telah menjaga kemurniannya, dengan keMaha-Kuasa-nya, Alloh SWT telah menjaganya dari tangan – tangan yang ingin memalsukannya.  Senantiasa ada manusia – manusia yang dikasihinNya yang mampu menghafal seluruh ayat – ayatNya.  Ini juga salah satu kemuliaannya, tidak ada satu kitab-pun yang lebih banyak pembacanya dan penghafalnya selain Al Quran.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalimat yang tertulis dikehendakiNya dilatunkan dengan irama khusus, dengan tartil. Salah satu tuntunannya telah ditulis oleh para pencinta Al Quran dalam Kitab Tajwid. Al Quran adalah satu satunya kitab yang membutuhkan panduan cara membacanya.  Dengan itulah terdengar sangat merdu saat dilantunkan oleh semua lisan manusia, dari semua suku/ras/warna kulit manusia,  dari semua kelompok umur manusia (usia belia, dewasa, atau tua).  Bahkan, sangat sesuai diperdengarkan dalam segala suasana, tidak hanya saat sholat atau beribadah, tetapi juga saat manusia diliputi kebahagiaan (misal : pesta pernikahan dan menyambut kelahiran)  atau saat manusia diliputi kesedihan ( misal  waktu sakit atau ditimpa musibah).   Selain itu, tidak hanya mereka yang membaca yang dijanjikan pahala, namun juga mereka yang mendengarkannya juga dihadiahi pahala.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan hidup yang difirmankan Alloh SWT di dalam Al Quran meliputi seluruh bidang kehidupan manusia.  Sejak awal diturunkanNya saat Rasulullah SAW menerima wahyu di Gua Hira ( lebih dari seribu tahun yang lalu) hingga saat ini, telah terbukti mampu menjadi inspirasi dan alasan manusia hidup berlandaskankannya untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.  Sangat sempurna dan  menyeluruh mencakup semua persoalan hidup manusia. Meliputi : (1) peraturan tentang keimanan dan peribadahan kepada Alloh SWT, (2) norma dan tata kehidupan mengenai interaksi antar manusia dalam aspek keluarga, masyarakat, dan negara/pemerintahan,  dan (3) adab dan akhlaq dalam memperlakukan jasad / tubuh yang telah dikaruniakanNya; mengenai makanan, minuman, pakaian, budi pekerti yang semestinya dilekatkan dalam setiap amal kebaikan manusia.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aturan kehidupan yang dikandung Al Quran, telah disiapkanNya untuk mengatur kehidupan semua manusia.  Tidak hanya bagi mereka yang beriman dengan Al Quran dan Alloh SWT yang menurunkannya, tetapi juga mengatur kehidupan mereka yang kufur terhadapnya dan tidak megimani ke-Tuhanan Alloh SWT.   Al Quran adalah hudan lil muttaqin dan hudan linnaas.  Ketika manusia mentaati aturannya maka selamatlah ia, sebaliknya kalau manusia ingkar dengan tuntunannya maka celakalah ia.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan, secara emphiris Al Quran telah mengantarkan berdirinya bangunan masyarakat Islam di bawah naungan pemerintahan Islam.  Sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan mendirikan Daulah Islam, saat itulah Al Quran diterapkan sebagai perundang undangan yang mengatur kehidupan warga negara, dan diterapkan kepada yang Mukmin maupun yang kafir.   Al Quran-lah yang mengantarkan perubahan yang sangat luar biasa bagi masyarakat Arab dan wilayah wilayah lain yang digabungkan dalam wilayah Islam.   Al Quran telah terbukti mengantarkan manusia berada pada peradaban yang cemerlang dan mulia.  Hingga saat ini, masih dapat dilihat pengaruh Al Quran dalam kehidupan manusia, bahkan saat manusia tidak lagi memiliki institusi negara yang secara sempurna menegakkannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Subhanalloh, Maha Suci Alloh SWT yang telah melimpahkan semua kemuliaan Al Quran, yang tidak mampu dituangkan penulis ( karena keterbatasan ilmu yang kami  miliki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sangatlah aneh dan gegabah adanya pihak pihak yang melecehkan Al Quran, sangatlah sembrono jika ada manusia manusia yang menghina Al Quran.   Adakah mereka memiliki Kitab yang lebih mulia dari Al Quran.    Atau bahkan ada yang sangat celaka jika ada yang hendak membakarnya karena membecinya, seperti yang akan dilakukan oleh sebuah gereja di Gainesville, Florida mengumumkan akan menyelenggarakan "Hari Membakar Al-Quran Internasional" untuk memperingati 9 tahun serangan 11 September di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohu alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edi Sutrisno, Tulungagung, Jumat, 16 Ramadhan 1431 H _ 27 Agustus 2010 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-195654921607514173?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/195654921607514173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=195654921607514173&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/195654921607514173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/195654921607514173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2010/08/holy-quran-3.html' title='Holy Quran (3)'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/THdnRUxOWTI/AAAAAAAAACw/v8FaTrjjYdI/s72-c/albaqarah+185.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-7354618662089233224</id><published>2008-05-22T17:25:00.000-07:00</published><updated>2008-05-22T17:26:38.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>” Unlimited Time ”</title><content type='html'>Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mere-kapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. ( TQS Al Bayyinah [98] : 7 – 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, semoga kita tergolong orang – orang yang dijanjikan oleh Alloh SWT, yang akan menda-patkan balasan syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan semoga Alloh SWT menetapkan kita berada di dalamnya kekal selama-lamanya. Amiin.&lt;br /&gt;Kekal adalah abadi, adalah zaman / waktu / tempo / masa yang tak ada batasnya adalah unlimited time ! Subhanalloh.  Wallohu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tergolong orang – orang yang beriman.  Kita beriman kepada Alloh SWT, yakin adanya Malaikat Alloh SWT, percaya adanya Nabi dan Rasul Alloh SWT, membenarkan adanya Kitab-Kitab Suci yang telah diturunkan Alloh SWT, yakin atas ketetapan Qodlo dan Qodar Alloh SWT, dan beriman atas adanya Hari Kiamat – Hari Akhirat yang telah ditentukan Alloh SWT.&lt;br /&gt; Semoga kita termasuk orang – orang yang senantiasa beramal saleh.  Kita selalu melaksanakan perbuatan dan perkataan yang diperintahkan  Alloh SWT.  Kita beribadah – menyembah Alloh SWT dengan niatan ikhlas karena Alloh SWT dan dengan tata cara yang sesuai petunjukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, juga, semoga kita senantiasa termasuk orang – orang yang beruntung, yaitu orang – orang senantiasa melaksanakan aktivitas saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.&lt;br /&gt;Alloh SWT telah berfirman : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (TQS Al Ashr [103] : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, pada saat kita meneguhkan keimanan dan menghindari kekafiran dan kemusyrikan, maka sesungguhnya kita sedang menuju kepada kebahagiaan abadi yang dijanjikan Alloh SWT. Pada saat kita melaksanakan perintah Alloh SWT dan menjauhi larangan Alloh SWT; sebenarnya kita sedang mengharap keridloanNya,   sehingga Dia berkenan menyiapkan tempat yang penuh kenikmatan bagi kita untuk ’masa yang tidak terbatas’.   Dan pada saat kita saling menasehati dalam ketaatan dan kesabaran melaksanakan syariatNya, maka sebenarnya kita sedang meraih keberuntungan yang disiapkanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, benarlah jika dikatakan bahwa bagi seorang mukmin yang senantiasa beramal sholeh maka  tiada amalnya yang sia – sia, karena akan dibalasNya dengan syurga ‘Adn. Waktu yang dihabiskan untuk bertaqwa kepada Alloh SWT adalah waktu yang  ia miliki, karena akan diganti olehNya.  Harta yang ia nafkahkan sesuai perintah Alloh SWT adalah harta yang ia miliki, karena akan diganti olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi orang yang tidak beriman, maka waktu yang ia habiskan dan harta yang ia belanjakan di dunia, hanyalah ia miliki di dunia.   Karena di akhirat ia akan mendapatkan siksaan, kesusahan, yang tiada akhir, kepedihan yang unlimited time. Naudzublilah min dzalik.   Sebagaimana yang telah difirmankan Alloh SWT : Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (TQS Al Bayyinah [98] : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita bersemangat untuk meraih keridloan Alloh SWT dan bersungguh – sungguh memanfaatkan waktu dan harta kita dalam mentaatiNya, agar kita dianggap layak olehNya mendapatkan  kenikmatan abadi, yang unlimited time, yang telah dijanjikanNya.  Amin.  ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Edy Sutrisno untuk buletin Buka Hati lembar ke-10 yang diedarkan di aloon-aloon Tulungagung pada tanggal 17 Mei 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-7354618662089233224?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/7354618662089233224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=7354618662089233224&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/7354618662089233224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/7354618662089233224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/05/unlimited-time.html' title='” Unlimited Time ”'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-1284115508674035801</id><published>2008-05-04T17:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-04T17:25:28.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>The Holy Quran (part 2)</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; (TQS Ibrahim [14] : 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;i&gt; alhamdulilla&lt;/i&gt;h, segala puji kepada    Alloh SWT yang telah menurunkan Al Quran sebagai pedoman hidup kita.  Kitab yang sangat istimewa.   Kitab yang penuh kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanalloh. Al Quran sangat istimewa.      Alloh SWT telah memilih Nabi Muhammad SAW sebagai penerima firman Al Quran (dari sekian miliar manusia), Alloh SWT telah memilih bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran (dari sekian bahasa yang ada di dunia).  Alloh SWT telah memilih kata – kata dan kalimat yang ada di Al Quran (dari ribuan kata dan kalimat yang ada dalam bahasa Arab). Sebagaimana firmanNya :  &lt;i&gt;“(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.&lt;/i&gt; (TQS Az Zumar [39] : 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Al Quran sangat mulia. Kalimat – kalimat yang ada dalam ayat – ayat Al Quran adalah kalimat – kalimat  yang difirmankan Alloh SWT yang pernah keluar dari lisan Nabi Muhammad SAW, manusia yang paling mulia.  Lafadz yang ada pada Surat Al Fatihah, misalnya, adalah lafadz – lafadz yang pernah diucapkan oleh Rasululloh SAW. Dan lafadz – lafadz itu adalah firman Alloh SWT, wahyu Alloh SWT, Dzat yang Menciptakan alam semesta beserta isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Subhanalloh&lt;/i&gt;, pada saat kita membaca ayat – ayat Al Quran, maka sebenarnya, pada saat itu kita sedang mengucapkan kata – kata yang pernah diucapkan oleh Rasululloh SAW, pada saat itu kita sedang melantunkan kata – kata yang diperintahkan Alloh SWT untuk kita ucapkan.  Saat itu kita sedang beribadah kepadaNya. Sebagaimana firmanNya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu  Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguh-nya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (TQS Al ‘Ankabut [29] : 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, pada waktu kita membaca Al Quran, pada saat itu kita melafalkan perintah, larangan, dan berita dari Alloh SWT.  Atas perintahNya kita wajib melaksanakan, terhadap laranganNya kita wajib meninggalkan, kepada berita yang disampaikanNya kita wajib mengimaninya.  Oleh karena itu marilah kita yakini kebenaran seluruh isi Al Quran.  Firman Alloh SWT : "&lt;i&gt;Apakah kalian mengimani sebagian al-Quran dan mengingkari sebagian yang lainnya? Tiada balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian di antara kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia, sementara pada hari Kiamat kelak mereka dilemparkan ke dalam azab yang sangat berat.”&lt;/i&gt; ( TQS al-Baqarah [2]: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, sudahkah kita mampu membacanya ? Kalau belum, marilah kita belajar.  Kalau sudah bisa membaca, akan lebih baik, jika kita juga membaca terjemahannya, sehingga kita dapat memahami makna yang dikandung dari ayat – ayat yang kita baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang sudah mampu mengajar membaca   Al Quran, marilah kita bagi ilmu kita kepada kawan – kawan kita. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW : &lt;i&gt;Orang yang terbaik diantara kalian adalah orang – orang yang mempelajari al Quran dan mengajarkannya.&lt;/i&gt;  ( HR al-Bukhari dari Ustman bin Affan r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga Alloh SWT melimpahkan pertolongan dan petunjuk kepada kita.  Amin.&lt;br /&gt;Wallohu’alam.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Edy Sutrisno, untuk bahan buletin buka hati yang diedarkan di seputar aloon-aloon tulungagung pada hari sabtu tanggal 3 Mei 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-1284115508674035801?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/1284115508674035801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=1284115508674035801&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/1284115508674035801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/1284115508674035801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/05/holy-quran-part-2.html' title='The Holy Quran (part 2)'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-6181038272967135226</id><published>2008-04-27T17:20:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T17:22:06.541-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>The Holy Quran</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;strong&gt;” Sesungguhnya al-Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang – orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar  ”&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; (TQS Al Isra [17] : 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, apa yang menyebabkan kita percaya adanya surga (al-jannah) dan neraka (an-nar) ?  Jawabannya adalah karena kita orang beriman yang memang diwajibkan untuk meyakini adanya surga dan neraka.  Lalu, darimana kita mendapat informasi tentang adanya surga dan neraka ?  Jawaban yang pasti adalah bahwa kita mengetahui adanya kenikmatan di surga dan adanya siksaan di neraka dari Al Quran (dan dari Hadist Nabi Muhammad SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kalau kita percaya surga dan neraka, yang sumber informasinya Al Quran.  Maka seharusnyalah kita juga percaya dan yakin pada hal – hal lain yang sumbernya juga dari Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harusnya yakin benarnya perintah Alloh SWT agar kita melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, sebagaimana firman Alloh SWT :  “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”&lt;br /&gt;(TQS Al Baqarah [2] : 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kita juga seharusnya percaya  benarnya perintah Alloh SWT agar kita melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan, sebagaimana firman Alloh SWT :  ”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”&lt;br /&gt;(TQS Al Baqarah [2 ]: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga seharusnya percaya dan yakin atas kebenaran perintah Alloh SWT agar kaum wanita mengenakan jilbab ketika keluar rumah, sebagaimana firman Alloh SWT : ” Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak                diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS Al Ahzab [33] : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga seharusnya percaya dan yakin atas larangan Alloh SWT terhadap perilaku zina dan hal-hal yang mendekati zina, sebagaimana firman Alloh SWT : ” Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (TQS Al Isra’ [17] : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga seharusnya percaya dan yakin atas larangan Alloh SWT terhadap minuman keras (khamer), perjudian, dan mengundi nasib, sebagaimana firman Alloh SWT: ” Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (TQS Al Maidah [5] : 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga seharusnya percaya dan yakin atas larangan Alloh SWT terhadap harta riba, sebagaimana firman Alloh SWT : ” Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba……” (TQS Al Baqarah [2] : 275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, atas semua perintah itu, harusnya kita taat dan mengamalkannya.  Atas semua larangan itu, harusnya kita tunduk dan meninggalkannya.  Ketidaktaatan kepada Al Quran, hakekatnya adalah ketidakpatuhan kepada yang Menurunkan Al Quran, yaitu Alloh SWT, Dzat yang Menciptakan manusia dan seluruh alam, Dzat yang Memiliki surga dan neraka !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, atas alasan apa, jika ada manusia yang tidak mau taat pada ayat – ayat Al Quran; padahal dia mengharapkan kenikmatan surga, dan ingin terhindar dari siksa neraka ?.  Wallohu’alam. ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sebagai bahan buletin Buka Hati yang diedarkan di aloon-aloon pada tanggal 26 April 2008 (untuk edisi cetak sebagian isi diedit guna menyesuaikan dengan kapasitas kolom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Ayo Hadir ! di Acara Fresh Hour“MENGUBAH DUNIA DENGAN HATI”Bedah Buku : Dakwah dengan Cinta -  Penulis :  Husein Matla Pembicara  : Pak Agus Ariadi (a frend to talk), Mas Rahmad (obey creativity club),Pak Khalid Wahyudin (praktisi kaummaya al azhar), Host : Pak Edy Sutrisno ( komunitas ublik)Tempat : di SMPN Kedungwaru 01 TulungagungWaktu : InsyaAlloh tgl.  04 Mei 2008, pukul 08.00- selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-6181038272967135226?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/6181038272967135226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=6181038272967135226&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6181038272967135226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6181038272967135226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/04/holy-quran.html' title='The Holy Quran'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-3698893121019835141</id><published>2008-04-21T17:49:00.000-07:00</published><updated>2008-04-27T17:19:36.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SuaraHati'/><title type='text'>KEUNGGULAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM</title><content type='html'>KEUNGGULAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM&lt;br /&gt;( Bahan Referensi untuk Bedah Buku ” Strategi Pendidikan Negara Khilafah” karangan : Abu Yasin&lt;br /&gt;di STAIN Tulungagung, Sabtu 19 April 2008 )&lt;br /&gt;Oleh: Edy Sutrisno, SP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert L. Gullick Jr., dalam  bukunya, Muhammad, The Educator, menyatakan:  Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar. Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam, suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang…Hanya konsep pendidikan yang paling dangkallah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad di antara pendidik-pendidik besar sepanjang masa, karena—dari sudut pragmatis—seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan bagian kebutuhan mendasar manusia (al-hâjat al-asasiyyah) yang harus dipenuhi oleh setiap manusia seperti halnya pangan, sandang, perumahan, kesehatan, dan perumahan. Pendidikan adalah bagian dari masalah politik (siyâsah) yang diartikan sebagai ri‘âyah asy-syu’ûn al-ummah (pengelolaan urusan rakyat) berdasarkan ideologi yang diemban negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemahaman mendasar ini, politik pendidikan (siyâsah at-ta‘lîm) suatu negara sangat ditentukan oleh ideologi (pandangan hidup) yang diemban negara tersebut. Faktor inilah yang menentukan karakter dan tipologi masyarakat yang dibentuknya. Dengan demikian, politik pendidikan dapat dipahami sebagai strategi pendidikan yang dirancang negara dalam upaya menciptakan  kualitas human resources (sumberdaya manusia) yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan yang ditegakkan berdasarkan ideologi sekularisme-kapitalisme atau sosialisme-komunisme dimaksudkan untuk mewujudkan struktur dan mekanisme masyarakat yang sekular-kapitalis atau sosialis-komunis. Seluruh subsistem (ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, politik luar, dan dalam negeri, hukum pidana, dll.) yang menopang  masyarakat itu ditegakkan berdasarkan asas ideologi yang sama; bukan yang lain. Demikian pula dengan Islam; akan membangun  masyarakat yang sesuai dengan cita-cita ideologinya. Model masyarakat yang diciptakannya tentu saja akan berbeda dengan masyarakat yang dibentuk oleh kedua sistem ideologi di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pengamatan terhadap karakteristik ideologi tersebut, jejak-langkah sistem pendidikan yang berlangsung akan mudah dipahami. Sistem pendidikan sekular-kapitalis melahirkan strategi pendidikan  sekular sehingga pada gilirannya akan menciptakan  tipologi masyarakat sekular-kapitalis. Begitu pula sistem pendidikan sosialisme-komunis maupun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, pemahaman tentang karakter ideologi ini menjadi sangat penting untuk dipahami. Ketidakpahaman terhadap ideologi  yang dianut akan menyebabkan pemahaman yang bias terhadap seluruh sistem yang dibangun. Hal itu berimbas pada ketidakpahaman terhadap tujuan suatu sistem pendidikan dan karakteristik manusia yang hendak dibentuknya. Giliran berikutnya, sistem pendidikan yang dijalankan hanya akan membuat program-program pendidikan sebagai sarana trial and error dan menjadikan peserta didik bagai kelinci percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan yang sekular-materialistik saat ini merupakan produk dari ideologi sekular yang terbukti telah gagal mengantarkan manusia menjadi sosok pribadi yang utuh, yakni  seorang manusia shalih dan mushlih. Hal ini disebabkan oleh  dua hal.     Pertama, paradigma pendidikan yang didasarkan pada ideologi sekular, yang tujuannya sekadar membentuk manusia-manusia yang berpaham materialistik dalam pencapaian tujuan hidup, hedonistik dalam budaya masyarakatnya, individualistik dalam interaksi sosialnya, serta sinkretistik dalam agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kerusakan  fungsional pada tiga unsur pelaksana  pendidikan, yakni: (1)  lembaga pendidikan formal yang lemah; tercermin dari kacaunya kurikulum serta  tidak berfungsinya guru dan lingkungan sekolah/kampus sebagai medium pendidikan sebagaimana mestinya; (2) kehidupan keluarga yang tidak mendukung;  (3) keadaan  masyarakat yang tidak kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas yang sekular mempengaruhi penyusunan struktur kurikulum yang tidak memberikan ruang semestinya pada proses penguasaan tsaqâfah Islam dan pembentukan kepribadian Islam. Guru/dosen sekadar  berfungsi sebagai pengajar dalam proses transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tidak   sebagai pendidik yang berfungsi dalam transfer ilmu pengetahuan dan kepribadian  (transfer of personality), karena memang kepribadian guru/dosen sendiri tidak lagi pantas diteladani. Lingkungan fisik sekolah/kampus yang tidak tertata dan terkondisi secara islami turut  menumbuhkan budaya  yang tidak memacu  proses pembentukan kepribadian peserta didik. Akhirnya, rusaklah pencapaian tujuan pendidikan yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orangtua juga tidak secara sungguh-sungguh menanamkan dasar-dasar keislaman yang memadai kepada anaknya.  Lemahnya pengawasan  terhadap  pergaulan anak dan minimnya teladan  dari orangtua dalam  sikap keseharian terhadap anak-anaknya makin memperparah terjadinya disfungsi rumah sebagai salah satu unsur pelaksana pendidikan. Masyarakat, yang semestinya menjadi  media pendidikan yang real, juga  berperan sebaliknya, yaitu menegasikan hampir seluruh proses pendidikan di rumah dan persekolahan. Sebab, dalam masyarakat  berkembang sistem nilai sekular; mulai dari bidang ekonomi, sosial, budaya, politik,  maupun tata pergaulan sehari-hari; berita-berita pada media masa juga cenderung mempropagandakan hal-hal negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu,  penyelesaian problem pendidikan yang  mendasar harus dilakukan pula secara  fundamental. Hal itu  hanya dapat diwujudkan dengan  melakukan perbaikan secara menyeluruh yang diawali dari  perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi  paradigma Islam. Pada tataran derivatnya, kelemahan ketiga faktor di atas diselesaikan dengan cara  memperbaiki  strategi fungsionalnya  sesuai dengan arahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik Pendidikan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dalam Islam harus kita pahami sebagai upaya mengubah manusia dengan pengetahuan tentang sikap dan perilaku yang sesuai dengan kerangka nilai/ideologi Islam. Dengan demikian, pendidikan dalam Islam merupakan proses mendekatkan manusia pada tingkat kesempurnaannya dan mengembangkan kemampuannya yang dipandu oleh ideologi/akidah Islam.&lt;br /&gt;Secara pasti, tujuan  pendidikan Islam adalah menciptakan SDM yang berkepribadian Islami, dalam arti, cara berpikirnya harus didasarkan pada nilai-nilai Islam serta berjiwa sesuai dengan ruh dan nafas Islam. Metode pendidikan dan pengajarannya juga harus dirancang untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap metodologi yang tidak berorientasi pada tercapainya tujuan tersebut tentu akan dihindarkan. Jadi, pendidikan Islam bukan semata-mata melakukan transfer of knowledge, tetapi memperhatikan apakah ilmu pengetahuan yang diberikan itu dapat mengubah sikap atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka ini, diperlukan monitoring yang intensif oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah (negara), terhadap perilaku peserta didik, sejauh mana mereka terikat dengan konsepsi-konsepsi Islam berkenaan dengan kehidupan dan nilai-nilainya. Rangkaian selanjutnya adalah tahap merealisasikannya sehingga dibutuhkan program pendidikan dan kurikulum yang selaras, serasi, dan berkesinambungan dengan tujuan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum dibangun di atas landasan akidah Islam sehingga setiap pelajaran dan metodologinya disusun selaras  dengan asas itu. Konsekuensinya,  waktu pelajaran untuk memahami tsaqâfah Islâm dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya mendapat porsi yang  besar. Ilmu-ilmu terapan diajarkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan tidak terikat dengan jenjang pendidikan tertentu (formal). Di tingkat perguruan tinggi (PT), kebudayaan asing dapat disampaikan secara utuh. Misalnya,  materi tentang ideologi sosialisme-komunisme atau kapitalisme-sekularisme dapat disampaikan untuk diperkenalkan kepada kaum Muslim setelah mereka memahami Islam secara utuh. Pelajaran ideologi selain Islam dan konsepsi-konsepsi lainnya disampaikan bukan bertujuan untuk dilaksanakan, melainkan untuk dijelaskan serta dipahami cacat-cela  dan ketidaksesuaiannya dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jenjang PT tentu saja dibuka berbagai jurusan, baik dalam cabang ilmu keislaman ataupun jurusan lainnya seperti teknik, kedokteran, kimia, fisika, sastra, politik, dll. Dengan begitu, peserta didik dapat memilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Dengan model sistem pendidikan Islam seperti ini, kekhawatiran akan munculnya dikotomi ilmu agama dan ilmu duniawi tidak akan terjadi. Dikotomi ilmu itu hanya terjadi pada masyarakat sekular-kapitalistik, tidak dalam masyarakat Islam. Generasi yang akan terbentuk adalah SDM yang mumpuni dalam bidang ilmunya sekaligus memahami nilai-nilai Islam serta berkepribadian Islam yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa paradigma dasar bagi sistem pendidikan dalam Islam adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Prinsip kurikulum, strategi, dan tujuan pendidikan didasarkan pada akidah Islam. Tujuannya adalah membentuk sumberdaya manusia terdidik dengan ‘aqliyah islâmiyah (pola berpikir islami) dan nafsiyah islâmiyah (pola sikap  islami).&lt;br /&gt;Pendidikan harus diarahkan pada pengembangan keimanan sehingga melahirkan amal salih dan ilmu yang bermanfaat. Perhatikan bagaimana al-Quran mengungkapkan tentang ahsanu ‘amalan atau amalan shâlihan (amal yang terbaik atau amal shalih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan ditujukan dalam rangka membangkitkan  dan mengarahkan potensi-potensi baik yang ada pada diri setiap manusia selaras dengan fitrah manusia dan meminimaliasi aspek buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteladanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam suatu proses pendidikan. Teladan yang harus diikuti adalah Rasulullah saw. Dengan demikian, Rasulullah saw. merupakan figur sentral keteladanan bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun strategi dan arah perkembangan ilmu pengetahuan  dapat kita lihat dalam kerangka berikut ini: Tujuan utama ilmu yang dikuasai manusia adalah dalam rangka untuk mengenal Allah Swt. sebagai al-Khaliq,  mengagungkan-Nya, serta mensyukuri seluruh nikmat yang telah diberikan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu harus dikembangkan dalam rangka menciptakan manusia yang hanya takut kepada Allah Swt. semata sehingga setiap dimensi kebenaran dapat ditegakkan terhadap siapa pun tanpa pandang bulu. Ilmu yang dipelajari ditujukan untuk menemukan keteraturan sistem, hubungan kausalitas, dan tujuan alam semesta. Ilmu dikembangkan dalam rangka mengambil manfaat dalam rangka ibadah kepada Allah Swt. karena Allah telah menundukkan matahari, bulan, bintang, dan segala hal yang terdapat di langit atau di bumi untuk kemaslahatan umat manusia. Ilmu yang dikembangkan dan teknologi yang diciptakan tidak ditujukan  dalam rangka menimbulkan kerusakan di muka bumi atau pada diri manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pendidikan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan dalam Islam adalah upaya sadar, terstruktur, terprogram, dan sistematis dalam rangka membentuk manusia yang memiliki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan ini merupakan konsekuensi keimanan seorang Muslim, yaitu keteguhan dalam memegang identitas kemuslimannya dalam pergaulan sehari-hari. Identitas itu tampak pada dua aspek yang fundamental, yaitu pola pikir (‘aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) yang berpijak pada akidah Islam. Paling tidak, terdapat tiga langkah untuk membentuk kepribadian Islam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw., yaitu:&lt;br /&gt;1. Menanamkan akidah Islam sebagai  sebagai ‘aqîdah ‘aqliyah—akidah yang muncul dari proses pemikiran yang mendalam—kepada setiap orang.&lt;br /&gt;2. Menanamkan sikap konsisten dan istiqamah kepada setiap orang agar cara berpikir dan kecenderungan insaninya tetap berada di atas pondasi akidah yang diyakininya.&lt;br /&gt;3. Mengembangkan kepribadian  dengan senantiasa mengajak setiap orang bersungguh-sungguh dalam mengisi pemikirannya dengan tsaqâfah Islâmiyah dan mengamalkan perbuatan yang selalu berorientasi pada ketaatan kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai tsaqâfah islâmiyah dengan handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mendorong setiap Muslim untuk menjadi manusia yang berilmu dengan cara mewajibkannya untuk menuntut ilmu. Berdasarkan takaran kewajibannya, menurut  al-Ghazali, ilmu dibagi ke dalam dua kategori, yaitu: (1) ilmu yang fardlu ‘ain, yaitu wajib dipelajari setiap Muslim seperti: ilmu-ilmu tsaqâfah Islam yang terdiri konsepsi, ide, dan hukum-hukum Islam (fiqh), bahasa Arab, sirah Nabi, Ulumul Quran, tahfîdz al-Quran, Ulumul Hadits, ushul fikih, dll; (2) ilmu yang dikategorikan fardhu kifayah, biasanya ilmu-ilmu yang mencakup sains dan teknologi serta ilmu terapan-keterampilan seperti biologi, fisika, kedokteran, pertanian, teknik,dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai ilmu-ilmu terapan (pengetahuan, ilmu, dan teknologi/PITEK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai PITEK diperlukan agar umat Islam mampu mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifatullah di muka bumi dengan baik. Islam menetapkan penguasaan sains sebagai fardhu kifayah, yaitu kewajiban yang harus dikerjakan oleh sebagian Muslim  apabila ilmu-ilmu tersebut sangat diperlukan umat seperti kedokteran, kimi, fisika, industri penerbangan, biologi, teknik, dll. Pada hakikatnya ilmu pengetahuan terdiri atas dua hal, yaitu: (1) pengetahuan yang mengembangkan akal manusia sehingga ia dapat menentukan suatu tindakan tertentu;  (2) pengetahuan mengenai perbuatan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. telah memuliakan manusia dengan akalnya. Allah menurunkan al-Quran dan mengutus Rasul-Nya dengan membawa Islam agar beliau menuntun akal manusia dan membimbingnya ke jalan yang benar. Pada sisi yang lain, Islam memicu akal untuk dapat menguasai PITEK karena dorongan dan perintah untuk maju merupakan buah dari keimanan. Dalam kitab Fath al-Kabîr, juz III, misalnya, diketahui bahwa  Rasulullah saw. pernah mengutus dua orang sahabatnya ke negeri Yaman untuk mempelajari pembuatan senjata muktahir, terutama  alat perang yang bernama dabbabah, sejenis tank yang terdiri atas kayu tebal berlapis kulit dan tersusun dari roda-roda. Rasulullah saw. memahami manfaat alat ini bagi peperangan melawan musuh dan menghancurkan benteng lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki keterampilan yang tepat guna dan berdayaguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasaan keterampilan yang serba material ini merupakan tuntutan yang harus dilakukan umat Islam dalam rangka pelaksanaan amanah Allah Swt. Hal ini diindikasikan dengan terdapatnya banyak nash yang mengisyaratkan setiap Muslim untuk mempelajari ilmu pengetahuan umum dan keterampilan. Hal ini dihukumi sebagai fardhu kifayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Sebagai Penyelenggara Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan; negara wajib mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seorang imam (khalifah/ kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat; ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya.&lt;/i&gt;&lt;i&gt; (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Perhatian Rasulullah  saw.&lt;i&gt; terhadap dunia pendidikan&lt;/i&gt;tampak ketika beliau menetapkan para tawanan Perang Badar yang ingin bebas untuk mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh orang penduduk Madinah sebagai tebusan atas diri mereka. Menurut hukum Islam, barang tebusan itu merupakan hak Baitul Mal (kas negara). Tebusan ini sama nilainya dengan pembebasan tawanan Perang Badar.&lt;br /&gt;Artinya, dengan tindakan membebankan pembebasan tawanan Perang Badar pada Baitul Mal (kas negara)—dengan memerintahkan mereka mengajarkan baca tulis—berarti Rasulullah saw. telah menjadikan biaya pendidikan itu setara nilainya dengan barang tebusan. Dengan kata lain, beliau memberi upah kepada para pengajar itu (tawanan perang) dengan harta benda yang seharusnya menjadi milik kas negara.&lt;br /&gt;Imam Ibn Hazm dalam kitabnya, Al-Ahkâm, menjelaskan bahwa seorang kepala negara (khalifah)  berkewajiban untuk memenuhi sarana-sarana pendidikan, sistemnya, dan orang-orang yang digaji untuk mendidik masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat sejarah kekhalifahan Islam, kita akan melihat perhatian para khalifah (kepala negara) yang sangat besar terhadap pendidikan rakyatnya; demikian pula perhatiannya terhadap nasib para pendidiknya. Sebagai contoh, Imam ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari al-Wadhiyah bin Atha yang menyatakan bahwa di kota Madinah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Khalifah Umar bin al-Khaththab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar=4,25 gram emas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan kepada kita bahwa perhatian para kepala negara kaum Muslim (khalifah) bukan hanya tertuju pada gaji para pendidik  dan biaya sekolah, tetapi juga sarana lainnya, seperti perpustakaan, auditorium, observatorium, dll. Di antara perpustakaan yang terkenal adalah perpustakaan Mosul didirikan oleh Ja‘far bin Muhammad (w. 940 M). Perpustakaan ini sering dikunjungi para ulama, baik untuk membaca atau menyalin. Pengunjung perpustakaan ini mendapatkan segala alat yang diperlukan secara gratis seperti pena, tinta, kertas, dll. Bahkan, para mahasiswa yang secara rutin belajar di perpustakaan itu diberikan pinjaman buku secara teratur. Seorang ulama, Yaqut ar-Rumi memuji para pengawas perpustakaan di kota Mer Khurasa karena mereka mengizinkan peminjaman sebanyak 200 buku tanpa jaminan apapun perorang. Ini terjadi masa kekhalifahan Islam abad 10 Masehi. Bahkan, para khalifah memberikan penghargaan yang sangat besar terhadap para penulis buku, yaitu memberikan imbalan emas seberat buku yang ditulisnya.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan  Madrasah an-Nuriah di Damaskus yang didirikan pada abad ke-6 Hijriyah oleh Khalifah Sultan Nuruddin Muhammad Zanky. Di sekolah ini terdapat fasilitas lain seperti asrama siswa, perumahan staf pengajar, tempat peristirahatan, para pelayan, serta ruangan besar untuk ceramah dan diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pendidikan adalah segala sarana dan prasarana yang digunakan untuk melaksanakan program dan kegiatan pendidikan. Dengan demikian, majunya sarana-sarana pendidikan dalam kerangka untuk mencerdaskan umat menjadi kewajiban negara untuk menyediakannya. Oleh sebab itu, keberadaan sarana-sarana berikut  harus disediakan: Perpustakaan umum, laboratorium, dan sarana umum lainnya di luar yang dimiliki sekolah dan PT untuk memudahkan para siswa melakukan kegiatan penelitian dalam berbagai bidang ilmu, baik tafsir, hadits, fikih, kedokteran, pertanian, fisika, matematika, industri, dll sehingga hanya tercipta para ilmuwan dan mujtahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendorong pendirian toko-toko buku dan perpustakaan pribadi. Negara juga menyediakan asrama, pelayanan kesehatan siswa, perpustakaan dan laboratorium sekolah, serta beasiswa bulanan yang mencukupi kebutuhan siswa sehari-hari. Keseluruhan itu dimaksudkan agar perhatian para siswa tercurah pada ilmu pengetahuan yang digelutinya sehingga terdorong untuk mengembangkan kreativitas dan daya ciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara mendorong para pemilik toko buku untuk memiliki ruangan khusus pengkajian dan diskusi yang dipandu oleh seorang alim/ilmuwan/cendekiawan. Pemilik perpustakaan pribadi didorong memiliki buku-buku terbaru, mengikuti diskusi karya para ulama dan hasil penelitian ilmiah cendekiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana pendidikan lain seperti radio, televisi, surat kabar, majalah, dll yang dapat dimanfaatkan siapa saja tanpa mesti ada izin negara. Negara mengizinkan masyarakatnya untuk menerbitkan buku, surat kabar, majalah, mengudarakan radio dan televisi; walaupun tidak berbahasa Arab, tetapi siaran radio dan televisi negara harus berbahasa Arab. Negara melarang jual-beli dan ekspor-impor buku, majalah, surat kabar yang memuat bacaan dan gambar yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Negara juga melarang acara televisi, radio, dan bioskop yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara berhak menjatuhkan sanksi kepada orang atau sekelompok orang yang mengarang suatu tulisan yang bertentangan dengan akidah Islam. Seluruh surat kabar dan majalah serta pemancar radio &amp;amp; televisi  yang sifatnya rutin milik orang asing dilarang beredar dalam wilayah Khilafah Islamiyah. Hanya saja, buku-buku ilmiah yang berasal dari luar negeri dapat beredar setelah diyakini di dalamnya tidak membawa pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pemaparan politik pendidikan Islam, sangat jelas keunggulan sistem pendidikan Islam yang diatur oleh syariat Islam. Dengan bersikap obyektif terhadap syariat Islam, seharusnya manusia yang jujur, berpikir, dan memiliki nurani jernih akan kembali ke pangkuan syariat Islam. Wallâhu a‘lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;Di tengah kebingungan dan kegagapan kita memilih sistem pendidikan yang terbaik untuk umat ini, maka sudah saatnya kita memilih Sistem dan Strategi Pendidikan Islam.&lt;br /&gt;Terlalu mahal biaya yang harus ditanggung oleh umat dengan diterapkannya sistem pendidikan sekulerisme.  Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menanggulangi kenakalan remaja, narkoba, pergaulan bebas, aids/hiv, kriminalitas, bahkan korupsi.  Yang kesemuanya dilakukan oleh generasi – generasi yang telah dididik oleh bangsa ini dengan paradigma sekulerisme.  Memisahkan agama dari kehidupan, memisahkan Islam dari pengelolaan pendidikan.&lt;br /&gt;Munculnya lembaga pendidikan Islam, adalah bukti kebutuhan umat akan pendidikan Islamy ( yang tidak dilayani oleh negara), dan juga bukti ketidakpercayaan ummat atas pendidikan sekulerisme dijalankan oleh negara.&lt;br /&gt;Sudah saatnya ummat dan bangsa ini kembali kepada Sistem Kehidupan Islam,  yang akan mengantarkan kepada keselamatan dan kesejahteraan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semoga Alloh SWT senantiasa memberikan hidayah dan pertolonganNya kepada kita bersama.  Amin.&lt;br /&gt;Wallohu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;An Nabhani, Taqiyuddin. 2001. Nizhâm al-Islâm.&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia. 2002. Bunga Rampai Syariat Islam.&lt;br /&gt;dan lain – lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-3698893121019835141?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/3698893121019835141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=3698893121019835141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/3698893121019835141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/3698893121019835141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/04/keunggulan-sistem-pendidikan-islam.html' title='KEUNGGULAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-1723744902899532236</id><published>2008-04-21T17:48:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T17:49:30.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>Please, Help Me, Ya Alloh !</title><content type='html'>” Berdoalah kepadaKu, niscaya akan  Kuperkenankan   bagimu ”&lt;br /&gt;(TQS Ghafir [40]: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, marilah kita mengingat kembali, bahwa adakah satu masa dalam hidup kita yang terjadi tanpa CAMPUR TANGAN Alloh SWT, Dzat Maha Pencipta ?  Jawabanya tentu tidak ada. Setiap detik yang kita alami dalam hidup ini semuanya pemberian Alloh SWT, mulai kita lahir hingga saat ini, tanpa harus kita minta, Alloh SWT telah memberi. Maka sudah sepantasnya jika  kita  minta tolong kepada Alloh SWT untuk segala urusan dan apa kita inginkan.  Kita sering minta tolong kepada orang lain, tapi jarang minta tolong kepada Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sunnatullah, lazimnya, untuk mendapatkan apa yang kita minta, kita seharusnya menyiapkan media sebagai sarana terkabulkannya permintaan kita. Analoginya, saat kita minta uang saku (sangu) saat hendak berangkat sekolah, kita diharuskan menggerakkan tangan (ngatung) untuk menerimanya.  Maka demikian pulalah jika kita mohon kepadaNya, maka siapkan ikhtiar yang menjadi perantara diberikanNya apa yang kita minta.  Tentunya ikhtiar yang dibenarkan olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada Kawan yang ingin lulus ujian, maka marilah kita mohon kepadaNya, semoga Alloh SWT memberikan kemudahan dan lulus dalam ujian, tentunya dengan diiringi belajar yang rajin, dengan harapan Alloh SWT memberikan ingatan dan pemahaman sehingga dengan itu kita dimudahkanNya saat ujian.  Amin. Sebaliknya, marilah kita hindari berbuat curang, semisal mencontek atau ”ngrepek”, yang bisa jadi kita juga akan lulus, tetapi jauh dari keberkahanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada Kawan yang ingin mendapatkan kesempatan belajar lagi, seusai lulus sekolah, maka marilah kita bermohon kepadaNya, semoga Alloh SWT melapangkan rizki yang halal dan berkah kepada orang tua kita dan kepada kita, sehingga rupiah yang kita butuhkan  akan dicukupiNya, dan dapat kita manfaatkan untuk keperluan belajar di sekolah yang kita inginkan. Amin.  Sambil, kita iringi ikhtiar mencari rizki dengan bekerja yang halal, dan kita hindari pekerjaan yang diharamkanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada Kawan yang ingin mendapatkan kesuksesan dan kemudahan mendapatkan rizki, maka marilah kita bermohon kepadaNya, semoga Alloh SWT mengabulkan. Sembari kita iringi serangkaian ikhtiar, misal dengan mengikuti kursus-kursus keterampilan, atau belajar berwirausaha.  Dengan harapan Alloh SWT melimpahkan kesuksesan dan kemudahan melalui keterampilan atau ikhtiar yang kita lakukan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada Kawan yang ingin mendapatkan pendamping/pasangan hidup yang sholeh atau sholikah.  Maka marilah kita bermohon kepadaNya.  Dan kita pun berusaha menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, dan senantiasa berusaha bergaul dengan orang – orang yang sholeh. Pada saat yang sama, kita hindari pergaulan yang diharamkan Alloh SWT.  Semoga dengan kesungguhan kita menjaga kepribadian dan pergaulan  kita, menyebabkan Alloh SWT ridlo dan berkenan mengabulkan doa kita, dan mempertemukan kita dengan pribadi sholeh/sholihah yang kita maksud.  Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, namun demikian, apapun doa kita, maka kita serahkan sepenuhnya keputusannya kepada     Alloh SWT.  Karena yang paling tahu atas hakikat apa yang kita butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Alloh dengan suatu doa yang di dalamnya tidak dosa dan memutuskan silahturahmi, kecuali Alloh akan memberinya salah satu dari tiga perkara, yaitu bisa jadi Alloh akan mempercepat terkabulnya doa itu saat di dunia; atau Alloh akan menyimpan terkabulnya doa di akherat kelak, dan bisa jadi Alloh akan memalingkan keburukan darinya sesuai dengan kadar doanya.  Para sahabat berkata. ”Kalau begitu kami akan memperbanyak doa ” Rasululloh SAW bersabda, “ Alloh akan lebih banyak lagi (mengabulkannya). (HR Ahmad, al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tidaklah berlebihan jika kita mengucap ”Please, help me, Ya Alloh”.  Dan, biarkan Alloh SWT CAMPUR TANGAN atas urusan kita. Amin. Wallohualam***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sebagai bahan buletin Buka Hati lembar ke 07 yang disebarkan di alon-alon Tulungagung pada hari sabtu tanggal 19 April 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-1723744902899532236?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/1723744902899532236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=1723744902899532236&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/1723744902899532236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/1723744902899532236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/04/please-help-me-ya-alloh.html' title='Please, Help Me, Ya Alloh !'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-6779051080003339502</id><published>2008-04-17T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T17:47:54.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>True Love !</title><content type='html'>True Love  !&lt;br /&gt;”Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya.” (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;”Ada tiga perkara, siapa yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman : (1) orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada yang lainnya;  (2) orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah;   (3) orang yang tidak suka kembali pada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, salah satu  pertanyaan yang disampaikan kepada kami saat nongkrong di alon-alon, apa tujuan kegiatan komunitas ublik ?  Atas pertanyaan itu, perkenankan kami menjawab.  Apa yang kami lakukan ini adalah dalam rangka melaksanakan seruan yang ada di hadist di atas.  Apa hubungannya ?  Jelas ada dong ! Kami Muslim, Kawan juga seorang Muslim, padahal sesama Muslim adalah bersaudara.  Makanya kami mencintai Kawan sebagai sesama ”penyuka” nongkrong yang beragama Islam ! Sesama Muslim !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berusaha agar mendapatkan manisnya Iman.  Dan kami pun ingin mengajak Kawan agar juga berusaha merasakan manisnya Iman.  Kami berusaha menaati perintah Alloh SWT dan berusaha menjauhi larangan Alloh SWT.  Dan kami merasakan bahagianya dalam ketaqwaan kepada Alloh SWT.  Maka kami pun ingin Kawan dapat menikmatinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alasan di atas, kami juga ingin mengajak Kawan membiasakan sikap untuk saling tausiyah, saling menasehati. Sebab, sebagai bukti kecintaan sesama Muslim adalah saling menasehati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah salah besar, jika kecintaan kita kepada teman, dimaknai dengan bersikap berdiam diri atas penyimpangan, atau kesalahan yang dilakukan teman dan sahabat kita.  Adalah sangat keliru, jika kita enggan menegur atau menasehati meski perbuatan sahabat kita itu melanggar aturan Alloh SWT dan Rasululloh SAW. Adalah kedloliman yang nyata, jika kita mengikuti ajakan teman untuk bermaksiat kepada Alloh SWT, dengan alasan ”sungkan” dengan teman kita.  Padahal pada kesempatan lain, kita tidak pernah merasa ”sungkan” untuk menolak ajakan teman kita mengikuti kajian Islam.  Maka, kita harus berani menolak ajakan minum khamr, dan  seharusnya kita juga berani mengingatkannya atas keharaman khamr dan keharusan untuk meninggalkannya, dan bahaya atas dosa yang ditimbulkannya.  Maka, dengan demikian, semoga kita akan mendapatkan banyak imbalan pahala, yaitu : (1) atas meninggalkan perbuatan yang diharamkan Alloh SWT,  (2) atas nasehat amar ma’ruf nahi munkar, dan (3) atas kesungguhan kita melindungi teman kita dari perbuatan yang diharamkan, sebagai bukti kecintaan kita kepada teman kita.  Wallohua’lam. Sebaliknya jika kita mengikuti ajakan maksiatnya, maka kita pun berdosa atas kedloliman kita, dan teman kita pun mendapatkan tambahan dosa dari perbuatan kita, tanpa mengurangi dosa kita.  Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita tanamkan keberanian untuk menolak ajakan teman untuk berbuat maksiat.  Pada awalnya mungkin muncul rasa tidak enak, takut, sungkan, atau ragu - ragu. Marilah kita niatkan bahwa penolakan kita  semata – mata karena Alloh SWT.  Jangan takut dengan celaan teman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita telah memahami, bahwa kebersamaan kita dengan teman-teman kita dalam kemaksiatan tidak akan dapat menyelamatkan kita dari siksa nerakaNya.  Naudzubillahi min dzalik.  Semoga Alloh SWT menjauhkan kita dari hal yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara wasiat – wasiat (pesan – pesan) Rasulullah SAW adalah : ” Jangan takut berada di jalan Allah terhadap celaan orang yang suka mencela. ”   Aku berkata, ”Tambah lagi yang Rasulullah.” Beliau melanjutkan pesannya :  ” Katakanlah apa yang hak meskipun akibatnya terasa pahit.” (HR Ibnu Hiban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, seharusnya sebagai bukti cinta kita pada teman sesama Muslim, pada saat ada teman kita yang mengajak kepada kebaikan, mengajak kepada ketaqwaan kepada Alloh SWT; kita menyambutnya dan mengikutinya. Semoga dengan itu, kita mendapatkan pahala atas amal shalih kita,  dan juga teman kita pun akan mendapatkan tambahan pahala dari amal kita, (tanpa mengurangi pahala amal kita). Wallohualam***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sebagai bahan buletin Buka Hati lembar ke 07 yang disebarkan di alon-alon Tulungagung pada hari sabtu tanggal 19 April 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-6779051080003339502?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/6779051080003339502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=6779051080003339502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6779051080003339502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6779051080003339502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/04/true-love.html' title='True Love !'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-4810365647800572022</id><published>2008-04-05T17:17:00.000-07:00</published><updated>2008-04-05T17:19:33.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kode Etik Nongkrong'/><title type='text'>Hak dan Kewajiban di Jalan</title><content type='html'>Agama Islam menetapkan berbagai tuntunan terkait dengan interaksi manusia, termasuk di jalan.  Berikut beberapa adab-adabnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghindari Nongkrong di Pinggir Jalan.&lt;br /&gt;Diriwayatkan Abu Said al-Khudri, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) pernah menegur sahabat yang suka duduk – duduk di pinggir jalan.  Beliau bersabda, ” Jauhilah duduk – duduk di pinggir jalan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menunaikan Hak – Hak Jalanan&lt;br /&gt;Nabi bersabda, ” Berikanlah hak – hak jalanan.”  Para sahabat bertanya, ”Apakah hak – hak jalanan itu ?”  Nabi menjawab, ”Tidak mengumbar pandangan, mencegah kerusakan, menyeru kepada kebaikan dan mencegah segala kemungkaran” (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menunjuki Orang yang Bertanya&lt;br /&gt;Abu Hurairah meriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, ” Dan menunjuki jalan kepada seseorang adalah sedekah.”  (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyingkirkan Duri&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan ada seorang laki – laki yang tak pernah mengerjakan sebuah kebajikan sedikitpun, kecuali ia pernah menyingkirkan sepotong duri dari jalanan atau ia menghilangkan sepotong dahan yang membahayakan orang lain.  Dengannya Alloh lalu memasukkannya ke dalam surga. (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak Membuang Hajat&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, ” Jauhilah dua perkara yang terlaknat !” Para shahabat lalu bertanya, ” Apakah gerangan dua perbuatan terlaknat itu ?” Nabi menjawab, ”Orang yang membuang hajat di jalanan umum atau di tempat pemukiman penduduk.”  (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki – Laki Lebih Berhak Lewat di Tengah&lt;br /&gt;Seyognyanya, jika laki – laki berpapasan dengan wanita, maka ia lebih berhak untuk lewat di tengah jalan.  Adapun wanita, ia dianjurkan berjalan di pinggir.  Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Anshari Radhiyallahu anhu (RA), Nabi Muhammad SAW pernah bersabda kepada para wanita, ” Perlambatlah jalan kalian terlebih dahulu.  Sebab bukanlah hak – hak wanita memenuhi jalan tersebut.  Hendaknya kalian berjalan di pinggir – pinggir jalan.”  Mendengar hal itu, para wanita langsung merapat ke dinding – dinding.  Hingga saking rapatnya, seolah – olah pakaian mereka tergantung di dinding tersebut.  (Riwayat Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak Membahayakan Orang Lain&lt;br /&gt;Ugal – ugalan tak hanya membahayakan diri sendiri.  Orang lain pun bisa saja terkena akibatnya.  Karenanya, perbuatan tersebut termasuk hal terlarang dalam ajaran agama.   Nabi bersabda, ”(Dikatakan) seorang Muslim jika kaum Muslimin (lainnya) selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya.”  (Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berhati – hati.&lt;br /&gt;Syariat Islam menganjurkan berhati – hati di jalan.  Berjalan atau berkendaraan dengan tenang.  Tidak mengemudi secara cepat dan tidak pula terlalu lambat.  Firman Alloh SWT, ” Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkan suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai ”.( Tafsie Ibnu Katsir – Surah Luqman : 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Memberi Tumpangan kepada yang Lain&lt;br /&gt;Nabi bersabda, ” Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari.  Di antaranya, memberikan boncengan kepada orang lain di atas kendaraannya atau membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya.”  (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saling Memberi Salam Jika Berpapasan&lt;br /&gt;Aturan memberi salam di sini adalah orang yang berkendaraan memulai salam kepada yang berjalan.  Pejalan kaki kepada orang yang duduk.  Anak – anak kepada orang yang lebih tua dan seterusnya.  Sabda Nabi SAW, ”Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki, yang berjalan kepada orang yang duduk, jumlah yang sedikit kepada yang lebih banyak.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(masykur/suarahidyatullah)&lt;br /&gt;sumber : suara hidayatullah / april 2008/rabiulawwal 1429&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-4810365647800572022?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/4810365647800572022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=4810365647800572022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/4810365647800572022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/4810365647800572022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/04/hak-dan-kewajiban-di-jalan.html' title='Hak dan Kewajiban di Jalan'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-5039605761490696157</id><published>2008-04-05T16:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-05T17:17:05.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>Islam is Way of Life, not Islamology !</title><content type='html'>&lt;i&gt;Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(TQS. Ali ‘Imran [3]: 19)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya.&lt;/i&gt; (TQS. Ali ‘Imran [3]: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;i&gt;slam adalah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yang mengatur hubungan manusia dengan Khaliq-nya, dengan dirinya dan dengan manusia sesamanya. Hubungan manusia dengan Khaliq-nya tercakup dalam perkara akidah dan ibadah. Hubungan manusia dengan dirinya tercakup dalam perkara akhlak, makanan, dan pakaian. Hubungan manusia dengan sesamanya tercakup dalam perkara mu’amalah dan uqubat (sanksi).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, alhamdulillah kita telah dilahirkan oleh Alloh SWT dari keluarga Muslim, kita memiliki Ayah dan Bunda yang Muslim, hingga kita memiliki keIMANan dan keISLAMan.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita pun telah belajar membaca Al Quran di Madrasah atau di Taman Pendidikan Al Quran sehingga kita bisa membaca Al Quran. Alhamdulillah, kita telah bersekolah yang setiap pekan minimal satu kali kita mempelajari Agama Islam.  Semoga dengan pembelajaran Agama Islam yang telah kita ikuti menyebabkan kita semakin paham bahwa semua perbuatan kita diatur oleh Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, semoga dengan semua itu, saat ini kita telah siap menjadi seorang MUKALLAF, seorang yang diwajibkan oleh Alloh SWT untuk menaati seluruh aturanNya.  Sebab, tatkala seorang anak Muslim telah memasuki usia baligh (dewasa) dan dia berakal sehat, maka saat itu ia harus bertanggungjawab secara pribadi atas seluruh perbuatannya.  Ibaratnya, saat itu ’speedometer’ pahala dan dosa sudah mulai berputar.  Malaikat mulai mencatat amal sholeh dan amal salah-nya.&lt;br /&gt;Kepada kawan yang belum mengamalkan ajaran – ajaran Islam, atau bahkan melanggar aturan Alloh SWT marilah kita doakan semoga mereka mendapat hidayah dari Alloh SWT, sehingga mau, mau, dan mau menaati ISLAM, menaati PERATURAN HIDUP, yang telah diturunkan oleh yang Maha Hidup, yang telah memberi KEHIDUPAN kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, memang Islam adalah WAY of LIFE, JALAN HIDUP. Maka, seharusnya ketika kita mempelajari Islam dalam niatan untuk bisa mengamalkannya, agar dapat melaksanakan perintah – perintah Alloh SWT dan agar dapat meninggalkan laranganNya.&lt;br /&gt;Ketika belajar tentang Rukun Iman, maka dalam rangka agar kita memiliki keimanan yang benar.  Saat belajar Rukun Islam, supaya kita dapat melaksanakan Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji.  Saat kita membaca Al Quran, agar kita mengerti perintahNya dan laranganNya, sehingga kita dapat mentaatiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanalloh. Marilah kita meniru sikap para Shahabat Rasululloh terhadap aturan Alloh SWT.  Dalam sebuah hadits Al Bukhari meriwayatkan dari ’Aisyah r.a. berkata : (terjemahnya) Semoga Alloh merahmati kaum Wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya, ”Dan hendaklah mereka mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke kerah baju mereka.” (TQS anNur [24]:31). Maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan menutup kepala mereka dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Bukhari meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. beliau berkata : Suatu hari aku memberi minum kepada Abu Thalhah al-Anshory, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, dan Ubay bin Ka’ab dari Fadhij, yaitu perasan kurma.  Kemudian ada seseorang yang datang, ia berkata,  ” Sesungguhnya khamr telah diharamkan.” Maka Abu Thalhah berkata.  ”Wahai Anas, berdirilah dan pecahkanlah kendi itu !” Anas berkata, ”Maka aku pun berdiri mengambil tempat penumbuk biji-bijian milik kami, lalu memukul kendi itu pada bagian bawahnya, hingga pecahlah kendi itu.”&lt;br /&gt;Itulah sikap para Shahabat Rasululloh, generasi yang mulia terhadap perintah dan larangan Alloh SWT.  Yang memang memahami Islam sebagai JALAN HIDUP. Para Shahabat Rasululloh senantiasa berusaha terikat kepada hukum Alloh SWT dan berusaha menghindari laranganNya.  Apakah kita merasa lebih mulia daripada mereka hingga kita berani meninggalkan perintahNya atau bahkan melanggar perintahNya. Naudzubillah. MasyaAlloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita mempelajari Agama Islam bukan sebagai ISLAMOLOGY, yang menganggap Islam sebagai ILMU PENGETAHUAN TENTANG ISLAM belaka, layaknya biology, fisika, matematika, ilmu sastra, dan lain – lain.  Sebab, kalau kita menganggap Islam sebagai Islamology seakan – akan targetnya hanyalah sekedar tahu tentang Islam, tidak ada dorongan untuk mengamalkan. Sebagaimana ilmu biology yang dipelajari hanya sebatas mengetahui saja, tanpa ada kewajiban mengamalkan.  Marilah kita mempelajari Islam sebagai WAY of LIFE, mempelajari Islam sebagai JALAN HIDUP, sebagai panduan hidup kita di dunia ini. Semoga Alloh SWT senantiasa menolong kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ditulis oleh edy sutrisno, untuk buletin buka hati (untuk edisi cetak, sebagian isi diedit untuk mencukupkan kapasitas lembaran), lembar ke-05,   yang disebarkan di sekitar aloon pada tanggal 5 April 2008 )&lt;br /&gt;Terima kasih atas dukungan dan bantuan dari kawan-kawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-5039605761490696157?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/5039605761490696157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=5039605761490696157&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/5039605761490696157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/5039605761490696157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/04/islam-is-way-of-life-not-islamology.html' title='Islam is Way of Life, not Islamology !'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-987456567900953579</id><published>2008-03-30T17:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T17:40:28.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>In the Name of Alloh</title><content type='html'>In the Name of  Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;Dengan menyebut Asma Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap urusan (perbuatan) yang tidak dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahim maka terputus berkatnya (bagaikan anggota badan yang terkena kusta)&lt;br /&gt;(Al Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim.  Dengan menyebut Asma Alloh yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, dulu ketika kanak – kanak, saat kita hendak makan, Ayah dan Bunda kita mengingatkan agar senantiasa membaca basmallah.   Waktu belajar di es de, demikian pula, guru kita mengajak berdoa bersama dengan mengawali membaca basmallah plus terjemahannya. Subhanalloh. Itulah beberapa kebiasaan yang pernah terbiasa kita lakukan.  Moga – moga saja kebiasaan itu tetap kita jaga hingga saat sekarang dengan senantiasa mengucap basmallah saat hendak melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca basmallah, kita berharap senantiasa mendapatkan Kasih SayangNya, dan mendapatkan PertolonganNya.  Ucapan basmallah yang kita ucapkan sebelum memulai pekerjaan adalah bentuk kesadaran bahwa kita membutuhkan pertolongan Alloh SWT, sehingga pekerjaan kita dapat selesai dengan sempurna dan baik. Juga sebagai bentuk kesadaran bahwa kita adalah makhluq dari Dzat yang Maha Rahman dan Maha Rahim, bahwa segala – galanya tergantung pada rahmat karunia Alloh.  Hidup, mati, dan semua daya upaya kita semata – mata terserah pada Rahmat karunia Alloh Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, oleh karena itu, marilah kita senantiasa membaca basmallah.  Saat hendak keluar rumah untuk bepergian, saat hendak berkendara, saat memulai belajar, saat mengawali mengerjakan soal ujian, saat hendak tidur, dan lain – lain.  Alloh-lah yang menyebabkan kita selamat pulang kembali ke rumah setelah bepergian, Alloh-lah yang menyelamatkan dan menjaga kita selama di atas kendaraan hingga sampai ke tempat yang kita tuju, Alloh-lah yang dapat menolong kita saat mengerjakan soal – soal ujian hingga kita dapat lulus karenanya, dan Alloh – lah yang telah dan akan memberi kita ilmu dengan segala keberkahannya, dan Alloh-lah yang menjaga kita sewaktu terlelap tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senantiasa membaca basmallah, insyaAlloh akan menyebabkan kita ringan dan mudah untuk melakukan amal kebaikan.  Dengan membaca basmallah, kita tidak akan malas melaksanakan sholat lima waktu, atau melaksanakan ibadah yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada kawan putri bermaksud menjaga kehormatannya dan menutupi aurotnya saat keluar rumah dengan memakai jilbab.  Tetapi masih ragu – ragu.  Maka ucapkanlah basmallah, basmallah, dan basmallah. Alloh SWT akan menolong untuk menguatkan niat dan kemauan hingga dengan mudah niatan memakai jilbab itu dapat terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika ada kawan yang bermaksud berhenti dari kebiasaan minum khamr (minuman keras), insyaAlloh dengan basmallah, basmallah, dan basmallah, dengan berharap pertolonganNya, insyaAlloh perbuatan yang diharamkan Alloh SWT itu dapat dihentikan dan ditinggalkan.  Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dengan membaca basmallah, kita akan senatiasa ingat dan yakin bahwa Alloh SWT senantiasa Melihat dan Menyaksikan tingkah laku kita, Mendengar ucapan kita, Mengetahui pikiran kita, dan Memahami perasaan kita. Sehingga, dengan senantiasa mengucap basmallah sebelum melakukan sesuatu, kita akan dapat menghindari perbuatan yang diharamkan Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah aneh dan tidak pantas, jika kita membaca basmallah sebelum melakukan perbuatan yang dilarang Alloh SWT.  Mungkinkah Alloh SWT akan melimpahkan Kasih SayangNya saat kita melakukan hal yang dimurkaiNya. Misal : tidaklah pantas mengu-capkan basmallah sebelum minum khamr (minuman keras),  atau saat hendak menyontek, atau mencuri, atau perbuatan haram yang lainnya. Naudzubillah (semoga Alloh SWT mencegah kita dari perbuatan itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sudahkah kita awali perbuatan kita dengan basmallah.  Jika belum, mari kita mulai sejak saat ini.  Sejak kawan membaca tulisan ini, di malam ini, di seputar aloon – aloon ini.  Bismillahirrahmanirrahim.  Lahaula wala huata illa billah.  Wallohualam. ( ditulis oleh : edy sutrisno, untuk buletin komunitas ublik lembar ke-04 ,tanggal 29 Maret 2008 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;Terimakasih atas bantuan dan saran dari kawan- kawan.&lt;br /&gt;Jazakalloh  kepada Bpk. Khalid  Wahyudin atas blog-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-987456567900953579?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/987456567900953579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=987456567900953579&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/987456567900953579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/987456567900953579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/in-name-of-alloh.html' title='In the Name of Alloh'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-8823191038069739510</id><published>2008-03-25T09:06:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T09:08:03.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>Alloh Loves Us !</title><content type='html'>Katakanlah (wahai Muhammad) : Jika kalian ingin mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintai kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, benarkah Alloh menyayangi kita ?  Benarkah Alloh mengasihi kita ?&lt;br /&gt;Kawan, Sungguh. Alloh benar – benar  telah menyayangi dan mengasihi kita. Buktinya Alloh telah memberikan segala kenikmatan yang kita rasakan saat kawan membaca tulisan ini. Alloh telah melahirkan dari Ayah&amp;amp;Bunda sekian tahun yang lalu dengan selamat, dan sejak itu Alloh memberikan kemampuan kepada kita bisa melihat, mendengar, bernafas, bergerak, dan lain-lain.  Subhanalloh, sejak lahir sampai sekarang pernahkan Alloh menghentikan nikmat nafas kita ?  Atau, pernahkan jantung kita berhenti berdetak ? Tentunya tidak pernah. ! Lalu, siapa yang memberikan semua itu ?  Tentunya Alloh SWT, Dzat yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kadang kita baru merasa pernah diberi nikmat oleh Alloh ketika sebagian anggota tubuh kita sakit.  Kita menyadari nikmat punya gigi saat kita sakit gigi, kita  menyadari punya mata manakala kita sakit telinga, atau kita menyadari punya telinga justru pada saat kita  sakit telinga.  Astaghfirullah, marilah kita bermohon ampun atas kealpaan kita. Semoga kita tidak terlambat menyadari bahwa Alloh SWT telah benar – benar telah melimpahkan banyak nikmat kepada kita. Yaitu, saat nikmat itu diambil oleh Alloh SWT.  Naudzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, pernahkan kita berpikir apa yang telah kita berikan kepada Alloh SWT atas segala nikmat itu.  Pernahkah kita membayar kepadaNya atas semua kebahagiaan dan keselamatan yang telah Dia berikan kepada kita.  Pernahkah kita membalasNya dengan bekerja untukNya atas segala rizki yang Dia limpahkan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Alhamdullah, atas segala nikmat itu, marilah kita senantiasa mengucap syukur kepadaNya.  Dan atas segala kasih sayangNya, marilah mencintaiNya.  Marilah melaksanakan segala hal yang menyebabkan Alloh SWT mencintai kita, yaitu dengan meniru perilaku makhluq yang paling dicintai Alloh SWT, yaitu mengikuti meneladani Nabi Muhammad SWT. Maka pastilah Alloh SWT akan semakin mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SWT mengajarkan kepada kita untuk senantiasa taat beribadah, selalu menyembah Alloh SWT, salah satunya melaksanakan amal sholat lima waktu; maka kita pun rajin sholat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SWT mengajarkan kepada kita untuk senantiasa rajin melafalkan ucapan kalimah dzikir, salah satunya istighfar; maka kita pun rajin mengucap istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Nabi Muhammad SWT melarang kita mendekati zina, melarang minum khamer (minuman keras), melarang durhaka kepada orang tua, dan melarang kita mendlolimi sesama muslim.  Maka kitapun berusaha meninggalkan larangan – larangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin membuktikan kecintaan kita kepada Alloh SWT, seharusnyalah hal – hal diperintahkan Nabi Muhammad SWT kita laksanakan, dan segala hal yang dilarang; kita jauhi / kita tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, marilah kita evaluasi apakah aktivitas kita sejak pagi hingga malam hari telah menyebabkan kita makin dicintai oleh Alloh SWT, ataukah justru menyebabkan Alloh murka kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan kita rajin sholat lima waktu; Alloh SWT ridlo kepada kita. Apakah dengan kita hormat kepada orang tua; Alloh SWT ridlo kepada kita.  Apakah dengan bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim;  Alloh SWT ridlo kepada kita.  Kalau ya, mari kita laksanakan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, apakah dengan kita minum khamer (naudzubillah); Alloh SWT ridlo kepada kita, atau malah menyebabkan Alloh SWT murka kepada kita.  Apakah dengan kebut – kebutan di jalan yang menyebabkan orang lain merasa terdzlolimi menyebabkan Alloh SWT ridlo atau malah menyebabkan Alloh SWT membenci kita ?  Bagi kawan putra; apakah dengan mengenakan anting di telinga, atau mentato di tubuh; menyebabkan Alloh SWT mencintai kita ?  Kawan, kalo benar – benar kita mencintai Alloh SWT, tentulah tidak layak jika kita melakukan perbuatan yang menyebabkan Alloh SWT tidak ridlo dan murka kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Alloh SWT telah membuktikan Dia mencintai kita.  Sekarang, saatnya kita membuktikan bahwa kita pun mencintai Alloh SWT, yaitu dengan melakukan segala perintanNya dan menjauhi segala laranganNya. Wallohualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-8823191038069739510?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/8823191038069739510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=8823191038069739510&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8823191038069739510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8823191038069739510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/alloh-loves-us.html' title='Alloh Loves Us !'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-3040437545262522996</id><published>2008-03-25T08:59:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T09:00:51.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>With Islam, Don’t Worry be Happy</title><content type='html'>Manusia ingin hidup bahagia, maka Islam hadir dengan membawa kebahagiann. Kalau kita senantiasa taat pada ajaran Islam, mungkinkah kita bisa merasa bahagia ?  Jawabannya, ’tidak mungkin’, tetapi PASTI.  Malah insyaAlloh kita akan bahagia di dunia dan diakhirat.&lt;br /&gt;Riilnya, kawan – kawan kita yang tinggal pesantren; yang setiap harinya taat beribadah, dan harus mengikuti taklim; ternyata mereka pun bisa bahagia, mereka tetap bisa tersenyum ceria, tetap bisa happy.&lt;br /&gt;Kawan – kawan putri yang mengenakan jilbab tetap bisa enjoy, bisa menikmati hidupnya sebagai remaja.&lt;br /&gt;Sebagian dari kita rajin mengikuti taklim, mengaji ilmu – ilmu Islam, belajar membaca Al Quran, rajin melaksanakan sholat wajib dan sunnah;  ternyata mereka pun bisa bahagia.&lt;br /&gt;Sebagian dari kita ada yang memilih tidak berpacaran sebelum menikah, karena menganggap pacaran adalah perbuatan mendekati zina yang diharamkan Alloh. Alhamdulillah mereka pun bisa menikah dan hidup bahagia bersama keluarganya, hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, apakah dengan dugem, kawan pasti bahagia.  Apakah dengan ngebut, dengan merajai jalanan kawan bisa merasakan bahagia ?  Kalau toh kawan bahagia, mungkin akan sebentar, bahkan bisa jadi menyebabkan yang lain menderita.  Sebab mungkin di jalan ada orang – orang sepuh yang ketakutan, karena kawatir tertabrak sepeda motor yang kawan kendarai.  Atau ada pengguna jalan lainnya yang tidak merasa nyaman dengan ulah kita.  Apakah layak kita merasa happy dan yang lainnya merasa terganggu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah, dengan meneriaki remaja lain, bahkan dengan mengolok atau mengumpati mereka, apakah kita akan mendapatkan kebahagiaan.  Apakah, kawan juga ridlo / rela seandaikan diperlakukan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada kawan yang masih suka menggoda remaja putri yang lewat.  Kawan, relakah adik atau kakak Anda  digoda ?  Ingatlah bahwa mereka pasti punya ayah dan ibu yang tidak ridlo putrinya dilecehkan, atau mungkin juga punya kakak atau adik yang juga tidak rela jika saudaranya diperlakukan yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berpendapat, kenapa ngurusi urusan orang lain. Ini kan hak asasi.  Sehingga mau apa saja terserah kawan sendiri,   ’ini tubuh – tubuh saya sendiri, terserah saya mau berbuat apa’.  Apakah memang demikian, padahal faktanya tubuh ini bukan milik kita.  Kalau benar milik kita, kenyataan tubuh ini bisa sakit padahal kita tidak ingin sakit.  Dulu, kita  lahir bukan atas kehendak kita, sehingga kita tidak bisa memilih lahir ibu dan bapak siapa, kita tidak bisa memilih lahir pada hari dan tanggal kapan. Jadi nyatalah tubuh dan kehidupan yang kita miliki bukan milik kita, tapi pemberian dari Alloh SWT yang Menciptakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh SWT yang menciptakan kita, maka Alloh SWT – lah yang paling yang paling baik untuk kita. Alloh SWT Maha Mengetahui kita butuh hidup bahagia, maka Alloh SWT turunkan perintahNya agar bisa mendapatkan kebahagiaan, dan Alloh SWT turunkan laranganNya agar bisa terhindar dari kesusahan. Oleh karena itu, wajarlah jika harus terikat pada aturan yang dibuat untuk kita oleh Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan kita tidak melanggar ajaran Islam ada jaminan bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan ?  Atau dengan kita menjadi remaja yang sholeh, yang mentaati Islam, mengamalkan akhlaq islamy; kita akan selalu merasa susah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, marilah kita sejenak merenung.  InsyaAlloh kita pun bisa bahagia dengan senantiasa bersama Alloh SWT, senantiasa mentati aturan – aturan Alloh SWT.  Karena Alloh SWT –lah yang maha pemberi perasaan bahagia. So, don’t worry be happy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-3040437545262522996?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/3040437545262522996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=3040437545262522996&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/3040437545262522996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/3040437545262522996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/with-islam-dont-worry-be-happy.html' title='With Islam, Don’t Worry be Happy'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-8174044515761616075</id><published>2008-03-25T08:50:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T08:51:43.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Oeblik'/><title type='text'>Sekilas Oeblik</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Kalau para pemusik bersedia ngamen berkeliling menjajakan keterampilannya nyanyi, maka insyaAlloh para aktivis dakwah pun juga bisa berkeliling ‘ngamen’ menyampaikan materi dakwahnya.&lt;br /&gt;Salah satu kelompok obyek dakwah yang belum dikelola adalah kerumunan remaja di aloon – aloon saat malam hari.&lt;br /&gt;Remaja yang sedang mencari jati diri, tentunya insyaAlloh membutuhkan pendamping, dan diharapkan ada maslahat yang dapat diperoleh dari kebiasaan nongkrong di tempat tersebut.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal di atas, maka kami bermaksud membentuk komunitas ublik, yang insyaAlloh melaksanakan kegiatan pendampingan dan melakukan aktivitas dakwah di kalangan remaja yang nongkrong di aloon – aloon dans sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Komunitas&lt;br /&gt;Nama komunitas ini adalah Komunitas Ublik. Nama ini dipilih dengan maksud filosofi :&lt;br /&gt;1.   Singkatan : Unit BeLajar Islam remaja suka Kluyuran&lt;br /&gt;1.Ublik adalah lampu emergency, ketika listrik padam, maka ublik dinyalakan, ketika tidak ada penerangan bagi remaja yang nongkrong di aloon – aloon, maka ublik hadir sebagai penerang.&lt;br /&gt;2.Ublik adalah cahaya yang didatangi oleh serangga – serangga malam untuk bertemu.  Laron – laron akan mendatangi ublik.  Diharapkan remaja yang ada di aloon - aloon mau mendatangi ublik.&lt;br /&gt;3.Ublik adalah sumber penerangan bagi orang – orang pinggiran yang tidak punya akses ke layanan listrik.  Ublik adalah media penerang bagi masyarakat yang dipinggirkan, yang tidak mampu dugem di kafe atau hotel.  Remaja yang ingin bersenang – senang dengan biaya murah datang ke aloon – aloon, dan ublik datang melayani mereka.&lt;br /&gt;4.Ublik bukanlah obor yang bisa membakar bambu tempatnya menyala, ublik bukanlah lilin yang membakar batang lilinnya.  Ublik hanya sebagai penerang, tidak untuk membakar.  InsyaAlloh ublik berusaha berdakwah dengan damai dan menghindari dan menolak cara kekerasan (anarkhis).&lt;br /&gt;5.Pada saat  pelaksanaannya, komunitas ini membawa dan menyalakan ublik.  Pemilihan media ublik sebagai simbol, insyaAlloh memudahkan identifikasi lokasi tanpa harus memakai spanduk atau papan nama.  Ketika ublik sudah dinyalakan di atas tikar maka insyaAlloh asosiasi obyek dakwah langsung ke eksistensi komunitas ublik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-8174044515761616075?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/8174044515761616075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=8174044515761616075&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8174044515761616075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8174044515761616075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/sekilas-oeblik.html' title='Sekilas Oeblik'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-8997196621907842159</id><published>2008-03-25T08:05:00.000-07:00</published><updated>2008-03-25T08:16:29.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Buka Hati'/><title type='text'>Be a Good Muslem, You can do it, now !</title><content type='html'>&lt;span&gt;Dalam sebuah tulisan di www.hidayatullah.com, seorang mualaf, seorang gadis asal Czeckolovakia yang merantau ke Inggris, ketika ditanya seperti apa rasanya menjadi seorang Muslim, dia menjawab : “Saya akan menganalogikan seperti makan buah apel deh. Saya akan katakan kepada mereka untuk merasakan buah apel, Anda harus mencicipi dan memakannya sendiri.  Di situ Anda akan tahu seperti apa indah dan lezatnya buah apel.  Rasa buah apel ini hanya bisa dirasakan dinikmati kalau Anda  mau memakannya sendiri."  Gadis asal  yang sebelumnya Katolik ini begitu kaget dan mengaku betapa nikmatnya bisa merasakan Islam. Lets’s taste being Muslim…”, undangnya Kenikmatan menjadi seorang Muslimah-lah yang menyebabkan ia mau menutup auratnya dengan mengenalkan jilbab.&lt;br /&gt;Kawan, seorang mualaf pun bisa menjadi Muslim yang baik.  Tentu kita yang terlahir sebagai seorang Muslim, seharusnya juga bisa ! Kalau sekarang belum, mari kita berusaha dan senantiasa berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Alloh SWT telah memberikan segalanya kepada kita. Kesehatan, kecukupan harta, kemampuan bicara, kemampuan melihat, kemampuan berjalan, dan kemampuan – kemampuan yang lainnya.   Mari kita manfaatkan kemampuan itu sesuai yang diinginkan Alloh SWT, yaitu mentaati aturan hidup yang telah difirmankanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Alloh SWT telah menetapkan Islam sebagai jalan hidup kita.  Islam telah memberikan tuntunan cara kita beriman dan menyembah kepadaNya.  Islam sudah menjelaskan cara kita berinteraksi dengan sesama. Dan, Islam juga telah mengatur makanan dan minuman yang boleh kita konsumsi, pakaian dan perhiasan yang  boleh kita kenakan / lekatkan ke tubuh kita, dan akhlaq / budipekerti yang harus kita tampakkan seiring amal yang kita perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Alloh SWT pun telah menjamin bahwa semua amal Islam insyaAlloh mampu kita taati.  Pertama, terhadap laranganNya;  cukup dengan “diam” (jawa : meneng) dan meninggalkan larangan itu, maka kita telah taat.  Misal : larangan zina, riba, minum khamer (minuman keras) ; maka dengan diam dan mengatakan kepada yang mengajak ucapan “emoh”. Maka kita terbebas dari laranganNya.  Kedua, terhadap perbuatan yang berkaitan dengan hajad dan keperluan kita; cukup dengan mengikuti tuntunan Islam, kepentingan dan keperluan kita akan juga dapat terpenuhi.  Kita butuh makan, minum, pakaian; kita tetap boleh makan, minum, berpakaian; asal dengan cara Islam.  Kita butuh pasangan hidup; Islampun memberikan jalan pernikahan. Ketiga, terhadap amal ibadah; maka kita dapat mentaati sesuai kemampuan kita.  Misal; sholat; kalo tidak bisa  berdiri, kita boleh sholat dengan duduk, tidak bisa duduk, kita pun boleh dengan berbaring.  Atau, ketika puasa romadon, kita sakit maka boleh mengganti di bulan lainnya, bahkan bagi mereka yang sudah jompo puasanya digantikan dengan membayar fidyah. Subhanalloh.  Benar – benar Alloh SWT telah memberikan kemampuan ketaatan kepada kita.  Oleh karena itu, Kalaulah ada diantara kawan yang belum rajin sholat, marilah kita sholat.  Sebab, Alloh SWT telah memberikan KEMAMPUAN kepada kita. Hanya kita saja yang mungkin TIDAK MAU. Marilah bertaubat atas ketidak-mau-an kita melaksanakan perintahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, kami hadir di tengah – tengah kalian. Kami pun ingin menjadi bagian dari kalian.  Dan kami pun ingin kalian menjadi bagian dari kami.  Sebab kita sama – sama seorang Muslim.  Kami ingin berbagi kebahagiaan menjadi seorang Muslim. Anggaplah tulisan ini sebagai salam perkenalan kami. Jazakumulloh atas kesediaan Kawan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah, bahwa Alloh SWT senantiasa menyaksikan seluruh perbuatan kita.  Termasuk saat Kawan membaca tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, lets’s be a Good Muslem.&lt;br /&gt;You can do it, now !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(by : edisutrisno)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-8997196621907842159?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/8997196621907842159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=8997196621907842159&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8997196621907842159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8997196621907842159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/be-good-muslem-you-can-do-it-now.html' title='Be a Good Muslem, You can do it, now !'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-8573729927461565205</id><published>2008-03-24T23:30:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T17:55:13.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Sahabat'/><title type='text'>Satu Ciuman Sejuta Bahayanya</title><content type='html'>Ini bumbu dalam pacaran remaja. Tapi, ngeh nggak kamu ancaman di balik aksi itu? Selain dosa, juga membahayakan kesehatan. Bagi para aktivis pacaran, tanpa ciuman ibarat ibarat sayur tanpa garam. Bahkan sebagian lagi menganggap, bahwa ciuman adalah bagian budaya kita di era globalisasi ini. Ciuman adalah salah satu ciri dalan kehidupan modern, tanda kemajuan jaman. Yang tidak ciuman, khususnya para remaja, dibilang kuno bin kolot, bahkan ketinggalan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja amati, saat peresmian suatu acara atau bangunan, atau penganugerahan satu gelar atau penghargaan, bisa kita lihat ciuman selalu mengiringi ucapan selamat.أ‚آ  Yang ngerjain nggak cuma kalangan selebritis, tapi pejabat juga mengamalkannya. Kalau dulu ciuman hanya antara wanita, maka sekarang antar lain jenis pun dilaksanakan, dan dipublikasikan secara terbuka.أ‚آ  Nggak heran di televisi apalagi layar lebar, adegan ciuman pasti ditemui dan seolah sudah menjadi suatu kebiasaan, layaknya tegur sapa bila bertemu dengan kenalan.أ‚آ  Justru aneh bila ada sinetron atau tayangan lainnya yang sepi bahkan tidak ada ada adegan ciumannya.أ‚آ  Yah, begitulah kenyataan yang ada di sekitar kita. Ciuman sudah bukan hal tabu, tapi sudah jadi tradisi dan merakyat, sehingga bisa kita temui dimana saja dan kapan saja.أ‚آ  Tidak hanya adegan TV, tapi juga di tempat-tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sobat muda, benar nggak sih kalo kita nganggap aktivitas ciuman sah-sah saja, bumbu penyedap pergaulan?أ‚آ  Mau tahu jawabannya?أ‚آ  Terusin dulu membaca tulisan ini sampai tuntas.أ‚آ  OK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta Resenye, Sejute Resikonye&lt;br /&gt;Ketika seseorang berciuman, maka bagian tubuh yang terlibat dalam aktivitas ini adalah wajah dan rongga mulut, mulai dari hidung, bibir dan juga rongga dalam mulut.أ‚آ  Nah, mulut punya kedudukan khusus berkaitan dengan masalah kesehatanأ‚آ  Salah satu hal yang harus diwaspadai dari mulut adalah predikat mulut sebagai port d’ entre.أ‚آ  Ini artinya adalah pintu masuk.أ‚آ  Buat siapa? Buat kuman, saudara-saudara! Jadi, mulut disini menjadi salah satu pintu masuknya kuman, baik dari luar ke dalam tubuh maupun dari dalam tubuh keluar.أ‚آ  Gampangnya, mulut inilah yang menjadi sarana lalu lintas kuman.أ‚آ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan hidung.أ‚آ  Udara yang keluar masuk hidung, bisa menjadi kendaraan bagi kuman untuk berkelana dari dan keluar tubuh.أ‚آ  Ada kuman-kuman tertentu yang punya singgasana di rongga mulut, di bagian selaput lendir rongga mulut (mukosa) atau di air ludah(saliva), yang akan ikut terlontar keluar ketika bersin atau batuk.أ‚آ  Ada juga kuman yang berada di saluran pernafasan, yang bisa terlontar keluar melalui udara pernafasan.أ‚آ  Jadi kalau deket-deketan, gampang deh kuman itu bermigrasi alias pindah tempat ke luar tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terjadi ciuman, maka dimungkinkan terjadi perpindahan kuman dari mulut dan hidung yang satu ke mulut dan hidung pasangannya.أ‚آ  Atau dengan kata lain, terjadi perpindahan kuman kepada orang lain.أ‚آ  Boleh jadi, yang terjadi adalah kuman saling berpindah tempat.أ‚آ  Bila ada kuman masuk ke dalam tubuh seseorang, maka terjadilah resiko untuk terjangkit satu penyakit tertentu.أ‚آ  Coba bayangkan jika ternyata pasangan yang berciuman tadi mengidap berbagai macam penyakit yang bisa ditularkan melalui mulut atau hidung.أ‚آ  Pasangannya akan tertular penyakit yang dideritanya.أ‚آ  Jadi terjadi proses penularan penyakit.أ‚آ  Lebih jauh lagi, pasangan akan mengidap penyakit yang ditularkan tadi. Nah, masih percaya ciuman itu sehat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian, siapa yang bisa menjamin bahwa pasangan kita benar-benar sehat dan tidak menderita sakit?أ‚آ  Perlu diketahui, bahwa banyak orang yang nampak sehat, tapi penuh kuman.أ‚آ  Di dalam kesehatan ada orang yang dikenal sebagai carier alias pembawa penyakit.أ‚آ  Si carier ini secara fisik dia sehat, tidak menampakkan gejala-gejala penyakit, dan juga tidak mempunyai keluhan-keluhan tertentu. Tetapi, dengan pemeriksaan laboratorium, dapat diketahui, bahwa sebenarnya dia mengidap penyakit tertentu dan masih ada kuman yang bersarang di dalam tubuhnya.أ‚آ  Barangkali kalian pernah punya teman, yang nampaknya sehat-sehat saja, tapi pas diperiksa di laboratorium baru ketahuan, ternyata dia mengidap satu penyakit tertentu.أ‚آ  Coba, bagaimana kalau pasangan yang pacaran adalah pembawa penyakit tertentu. Masihkah berani bilang aman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak penyakit yang bisa ditularkan meelalui hidung dan mulut. Mulai yang ringan seperti influenza alias batuk pilek, hingga penyakit masa kini yang belum ketemu obatnya, yaitu AIDS.أ‚آ  Ini di antaranya:&lt;br /&gt;ISPA: Infeksi saluran pernafasan akut, seperti influenza, batuk pilek, radang tenggorokan.&lt;br /&gt;HERPES SIMPLEKS LABIALIS: infeksi oleh virus herpes yang menyerang bibir&lt;br /&gt;TBC: Batuk darah, penyakit yang menyerang paru-paru&lt;br /&gt;Hepatitis: radang hati atau penyakit kuning&lt;br /&gt;Thyfoid:penyakit tyfus, infeksi pada usus halus&lt;br /&gt;AIDS:penyakit yang ditandai dengan penurunan kekebalan tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tidak syeremm.أ‚آ  Bayangkan kalau kalian tidak menyadari ada kuman yang masuk ke dalam tubuh kalian dan tertular penyakit tertentu.أ‚آ  Aduh, jangan sampai deh.أ‚آ  Jadi ingat, bahwa ciuman itu banyak resikonye……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam &amp;amp; Ciuman&lt;br /&gt;Dari uraian di atas kita bisa menilai resiko berciuman. Bahwa ternyata, ada resiko yang siap menanti di belakang hari.أ‚آ  Dengan kata lain, kalau kita mengkampanyekan aktivitas ciuman tadi,أ‚آ  sama saja mengajak untuk mendapat masalah dalam hal kesehatan, alias kampanye untuk sakit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru dari sudut kesehatan.أ‚آ  Ada aspek lain yang harus jadi pertimbangan.أ‚آ  Malah inilah yang harus dijadikan sebagai standar dalam menentukan sesuatu.أ‚آ  Apa itu?أ‚آ  Pandangan Islam terhadap suatu masalah tertentu, dalam hal ini adalah ciuman. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus cermat dalam menilai suatu perbuatan yang akan kita lakukan.أ‚آ  Karena di dalam Islam segala aktivitas harus didasarkan kepada aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Khaliq yaitu Allah SWT.أ‚آ  Supaya kita tidak salah menentukan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sudah memililki aturan tentang pergaulan antar manusia yang berjenis laki-laki dan perempuan.أ‚آ  Kalau kamu sedang melaju di jalan raya mengendarai sepeda motor misalnya, kamu harus memperhatikan aturan lalu lintas supaya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, juga tidak kena tilang pak polisi.أ‚آ  Demikian juga perjalananmu dalam pergaulan dengan teman sebayamu.أ‚آ  Dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 32 Allah SWT berfirman yang artinya: “Janganlah kamu mendekati zina…….”.أ‚آ  Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya.أ‚آ  Itu yang bisa kita tangkap dari perimngatan Allah SWT.أ‚آ  Dengan kata lain, hal-hal atau aktivitas yang mendekatkan atau bisa menjerumuskan, atau menggoda kita ke arah zina adalah juga terlarang alias haram.أ‚آ  Nah, salah satu hal yang berpotensi untuk menghantarkan ke arah maksiat tadi adalah aktivitas ciuman.أ‚آ  Nggak heran kalau kemudian Aa Gym berkomentar bahwa judul film BCG tadi sama saja dengan Buruan Zinahi gue.أ‚آ  Islam telah mengatur bagaimana lak-laki dan perempuan menjaga pergaulannya. Mereka harus saling menundukkan pandangan, tidak boleh berdua-duaan tanpa mahrom. Dan tentu saja berciuman adalah hal yang dilarang oleh Islam bila belumأ‚آ sah sebagai suami-istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga lho ciuman yang tidak terlarang dalam agama kita, tentunya bila udah resmi jadi suami-istri, karena untuk berjalan ke jenjang tersebut diperlukan suatu process ‘keridho-an’ antara keduanya, untuk bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing (termasuk juga penyakit masing-masing kalo ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya, ciuman antara keluarga atau yang masih mahromnyapun kudu di jaga, perhatikan kesehatannya sebelum mencium, lebih baik mencium di dahi/keningnya untuk cari aman. Biasanya kita sukaأ‚آ gemes sama anak kecil, trus jadi pengen menciumnya, jangan sampai kegemesan menjadikan kita lupa untuk menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, rekan sobat muda, Jelaslah kini bagaimana aktivitas ciuman dari sudut pandang kesehatan maupun aturan Islam.أ‚آ  Kesimpulannya, kalau ingin sehat dan selamat dunia akhirat, tinggalkan ciuman yang terlarang.أ‚آ  Mari hidup sehat sesuai denganأ‚آ  syariat. [arum]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-8573729927461565205?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/8573729927461565205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=8573729927461565205&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8573729927461565205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8573729927461565205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/satu-ciuman-sejuta-bahayanya.html' title='Satu Ciuman Sejuta Bahayanya'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-6703621806199324108</id><published>2008-03-24T22:54:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T17:52:47.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Sahabat'/><title type='text'>Korupsi Musuh Remaja</title><content type='html'>Wuih, negeri ini emang selalu dibikin heboh dengan urusan Korupsi-Kolusi-Nepotisme (KKN). Baru saja kita mendengar bahwa pemerintah nggak bisa lagi mengusut korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dilakukan sejumlah konglomerat. Sebabnya mereka mendapatkan “pengampunan” pemerintah di masa Presiden Megawati yang membuat Surat Keterangan Lunas yang berisi release and discharge. Maka para obligor (penerima kucuran uang pemerintah) dipastikan bakal melenggang bebas, dan uang negara yang sebesar 138,4 triliun rupiah itu pun bakal tak bisa diselamatkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, belum kelar urusan dengan para penunggak dana BLBI, eh ketua tim jaksa pemeriksa kasus BLBI ikutan ditangkap. Beliau ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap sebesar Rp 6,1 miliar dari para koruptor BLBI. Ngakunya sih, uang itu hasil jual-beli permata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, pantas saja bila Jaksa Agung Hendarman Supandji marah, “Nama institusi rusak”. Bukan sekali ini doang aparat penegak hukum ditangkap karena terlibat kasus suap atau korupsi. Sebelumnya, anggota Komisi Yudisial, Irawadi Joenoes, ditangkap karena menerima suap. Uang haram sebesar 30 ribu US$ disimpan di kantong celana belakang, dan 600 juta rupiah disimpan dekat WC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, KPK juga tengah menyelidiki dua lembaga negara yang katanya sama-sama terhormat; Bank Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat. Ada temuan sejumlah pejabat tinggi BI menggelontorkan uang suap 100 miliar rupiah ke Komisi IX DPR RI periode sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, wah, wah, apa yang terjadi belakangan di negeri ini kayaknya menguatkan anggapan banyak orang kalau Indonesia itu sarang koruptor. Banyak hasil survey yang menunjukkan kalo Indonesia selalu “berprestasi” dalam soal korupsi. Misalnya, tahun 2007, Indonesia menduduki peringkat ke-2 dalam jajaran negara terkorup di Asia, dan peringkat ke-133 dari 162 negara terkorup versi Transparency International.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era reformasi ini, KKN justru makin menggila. Ambil contoh, di jaman pemerintahan Megawati, yang katanya rajin membela wong cilik, korupsi mencapai Rp 166,5 triliun. Pada waktu itu, Badan Pemeriksa Keuangan menemukan 22 kasus yang berindikasi KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) dengan nilai nominal Rp166,5 triliun dan US$ 62,7 juta selama kurun 1999-2003. Artinya, setiap tahun uang negara yang dikorupsi mencapai Rp 321, 98 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edunnya lagi, di jaman reformasi ini terjadi yang namanya pemerataan korupsi. Kalo kita rajin nyimak beragam berita soal korupsi, makin banyak aja pejabat pemerintah daerah yang terlibat KKN. Ada gubernur, bupati, walikota, sampai kepala desa. Malah tentara juga terlibat korupsi, seperti yang dilakukan sejumlah oknum TNI yang menyikat jatah tabungan anggotanya di ASABRI. Sejumlah jenderal juga terlibat korupsi pada pembelian dua unit helikopter Bell-412 dan satu unit pesawat Cassa 212-200 untuk kebutuhan militer TNI dari PT Dirgantara Indonesia (DI) yang merugikan negara sekitar Rp 51 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin kita tambah gemes, ada kecenderungan korupsi dilakukan berjamaah! Yup ini, terlihat dari penangkapan sejumlah ketua DPRD I atau II beserta anggota-anggotanya akibat melakukan korupsi. Seperti di Kampar, 7 anggota DPRD dijebloskan ke dalam penjara karena korupsi dana bantuan Rp 210 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah begitu, apa saja kini bisa dikorupsi. Bikin SIM, STNK sampai KTP sarat KKN. Malah sejumlah aparat desa tega mengorupsi jatah beras miskin (raskin) warga kampungnya. Beras itu dijual oleh mereka atau dibagi-bagikan hanya untuk kerabatnya. Ampun, jatah orang miskin masih disikat juga. Sungguh terlalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh remaja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bro en Sis, siapa aja kudu kesel en marah mendengar dan mengetahui adanya korupsi. Termasuk kita-kita yang masih remaja. Korupsi itu musuh remaja, tauk! Jangan ngerasa bahwa remaja nggak dirugikan dengan yang namanya korupsi. Sadar atau nggak, korupsi jelas merugikan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini deh, dari ratusan triliun uang BLBI yang dirampok para konglomerat, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sekolah yang rusak, menaikkan gaji guru, membayar biaya sekolah agar gratis uang pangkal+SPP, membangun desa-desa tertinggal, dsb. Banyak banget hal yang bisa dilakukan dengan triliunan uang yang dikorupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi juga membunuh rakyat. Ratusan triliun rupiah yang diembat para koruptor itu kan bermanfaat untuk biaya pengobatan gratis bagi rakyat miskin, membantu kebutuhan sandang dan pangan, atau membuka lapangan kerja. Tapi karena uang itu hanya dinikmati segelintir orang - dengan cara terkutuk - maka banyak rakyat Indonesia yang mati karenanya. Mau berobat susah, mau bekerja susah, bahkan mau makan juga susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koruptor itu jelas musuh bersama. Mereka manusia berhati serigala. Mereka bisa makan enak, tidur nyenyak, punya kendaraan keren, dan anak-anaknya pun sehat-sehat dan bisa bersekolah di tempat-tempat elit di mancanegara. Sementara jutaan anak dan remaja Indonesia putus sekolah, bekerja di pabrik-pabrik, jadi pengamen di jalanan juga menjadi pengemis, dan tinggal di emper-emper toko atau kolong jembatan. Sebagian dari mereka juga ada yang menderita busung lapar, bahkan mati karena kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksinya ringan banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa kok korupsi seperti kagak ada matinya di negara ini? Yang pertama karena emang pelakunya menikmati banget tuh uang hasil korupsi. Dengan miliaran bahkan triliuan rupiah, apa aja bisa mereka beli. Rumah mewah, sedan mewah macam Mercedez Benz seri 3 yang teranyar, motor gede keren, sampai bisa nyekolahin anak ke kampus-kampus keren di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, pelaku korupsi emang udah nggak mikir lagi soal kesengsaraan banyak orang, apalagi soal dosanya yang bejibun. Pelaku korupsi adalah mereka yang bermuka tembok, kulit badak, dan hatinya udah mati. Padahal korupsi jelas perbuatan dosa. Nabi saw. Bersabda: “Setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka lebih layak mendapatkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, korupsi makin marak di tanah air karena sering dilakukan berjamaah alias bareng-bareng. Melibatkan atasan sampai bawahan. Malah sering melibatkan dari pusat sampai ke daerah. Karena itu, pelaku korupsi merasa aman. Lha wong barengan en ada bekingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, di Indonesia, pelaku korupsi sering dilindungi oleh atasannya, temen-temennya, tempatnya bekerja dan partainya. Bandingkan dengan di Korea Selatan misalnya, yang mantan presiden aja bisa diseret ke pengadilan. Pada 19 Mei 2002 polisi menangkap putra ketiga Presiden, Kim Hong-gul (39). Hong-gul menjadi tersangka kasus korupsi senilai 1,52 miliar won (sekitar Rp11 miliar). Ia langsung ditahan di sebuah sel kecil di penjara Seoul. Sementara itu putera keduanya, Kim Hong-up, juga menjadi tersangka kasus KKN yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, yang bikin KKN makin edun adalah karena sanksinya kelewat ringan. Belum ada kan di tanah air koruptor yang dihukum mati? Bandingkan di RRC, banyak koruptor yang dieksekusi. Pemerintah Cina setiap hari mengeksekusi 28 orang pelaku kejahatan. Termasuk di dalamnya adalah para koruptor. Pada tahun 2000 lalu sederet pejabat penting sebuah kota secara bersamaan juga dihukum penjara, yaitu walikota, komandan kepolisian, kepala bea cukai, kepala pelabuhan, dll. Bahkan salah seorang di antaranya adalah ketua tim pemberantasan korupsi yang dibentuk pemerintah. Di antara mereka ada yang dihukum mati (suaramerdeka.com, 23/04/2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berantas dengan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas aja kalo Islam memusuhi abis korupsi-kolusi-nepotisme. Rasulullah saw. pernah murka pada seorang petugas zakat suku Azad yang menerima hadiah. Beliau saw. naik ke atas mimbar dan berkhutbah, ” Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya tidaklah aku menugaskan seseorang atas suatu pekerjaan yang dipercayakan Allah kepadaku, kemudian ia berlaku curang, maka pada Hari Kiamat ia akan datang dengan memikul unta yang mulutnya tak henti-hentinya meneteskan busa, atau sapi yang terus-terusan mengauk atau kambing yang tak berhenti mengeluarkan kotoran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Khaththab ra. pernah menyita unta milik putranya sendiri, Abdullah bin Umar ra., setelah tahu unta itu digembalakan di padang gembalaan yang merupakan fasilitas umum. Hasil penjualannya kemudian dibagi dua; separuh untuk putranya, separuh untuk baytul mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga selalu melakukan audit terhadap harta orang-orang yang ia angkat sebagai pejabat; sebelum dan sesudah menjadi pejabat. Jika ia melihat kelebihan, maka ia tidak segan-segan menyitanya dan disimpan di baytul mal. Umar bin Khaththab juga melakukannya terhadap Abu Hurairah yang hartanya berlipat setelah jadi gubernur. Ia memanggilnya ke Madinah dan mengambil sebagian harta miliknya untuk disimpan di baytul mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, kalo sekarang malah banyak orang yang kekayaannya berlipat-lipat setelah jadi pejabat. Malah ada orang yang dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia justru setelah menjadi pejabat tinggi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, KKN jelas-jelas dilarang. Nabi saw. melarang penerimaan selain gaji lho!, sabda beliau: “Siapa yang kami pekerjakan atas suatu pekerjaan, kemudian kami berikan upah, maka yang ia ambil selain itu adalah kecurangan.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika ada pejabat ketauan KKN, maka negara bakal menyita harta mereka dan mengumumkan nama-nama para pelakunya (tasyhir). Juga ada sejumlah sanksi lain yang akan diberikan pada mereka. Menurut Syaikh Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzam Al ?Uqubat pelaku korupsi diberi sanksi jilid dan penjara hingga 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana pun juga mencegah lebih baik daripada mengobati. Makanya Islam menyeleksi pejabat yang benar-benar takwa, bukan karena nepotisme atau kenalan. Selain itu juga mereka digaji yang layak agar nggak gampang tergoda melakukan korupsi. Di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz para pegawai kekhilafahan digaji sebesar 300 dinar (setara dengan 1,275 kg emas) setiap bulannya. Kebijakan ini diambil untuk mencegah terjadinya pengkhianatan para pejabat atas harta negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guyz, pokoke nggak ada sikap untuk korupsi kecuali satu; lawan. Udah jelas korupsi itu bikin sengsara masyarakat, juga remaja. Kita kudu tunjukkan sikap anti-korupsi dan KKN lainnya. Salah satu caranya adalah bersikap amanah, jujur dan bertanggung jawab. Kalo kita dipercaya orang untuk megang uang kelas, uang OSIS, uang DKM, maka itu uang kudu dijaga dan nggak boleh dipakai untuk keperluan pribadi. Itu namanya korupsi kecil-kecilan. Jangan sampai teriak anti-korupsi tapi karena belum kebagian. Katanya, banyak orang yang anti-korupsi karena emang nggak bisa korupsi, bukan karena beneran benci ama korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, memerangi korupsi nggak bakal tuntas kalau tidak dengan landasan iman-takwa dan penegakkan syari’at Islam. Terbukti di jaman Nabi saw. KKN bisa dikurangi sekecil-kecilnya. Lha, kalo sekarang korupsi jadi budaya dan gaya hidup. So, kalo masih terus pake sistem demokrasi dan kapitalisme kayak sekarang, terbukti korupsi nggak ada matinye. Sebabnya apa? Ya, karena dilestarikan dan ?dibudidayakan’. Celaka! [iwan januar]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-6703621806199324108?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/6703621806199324108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=6703621806199324108&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6703621806199324108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6703621806199324108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/korupsi-musuh-remaja.html' title='Korupsi Musuh Remaja'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-7590677041625605724</id><published>2008-03-24T19:50:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T17:53:35.109-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Sahabat'/><title type='text'>Bisik-bisik 'Soal Cewek'</title><content type='html'>&lt;p&gt;Biasanya kamu-kamu pada familiar dengan istilah cewek daripada perempuan. Tul apa betul? Tapi kali ini kita akan membahas sesuatu agak lebih serius, ehem…tapi tetap dengan gaya bahasa yang kamu paham. Kita akan membahas soal perempuan bukan tentang cewek. Lha, apa bedanya? Kalo menurut saya sih, yang namanya cewek, wanita, putri, perempuan, women, itu sama saja. Tapi kalo menurut orang-orang tertentu, pemilihan kata ini bisa jadi masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau ?cewek’ adalah pilihan kata yang cenderung dipakai oleh remaja-remaja seusia kamu. Kalau putri, itu adalah penghalusan aja supaya terdengar lebih sopan. Kalo &lt;em&gt;woman&lt;/em&gt;, jelas-jelas ini bahasa Inggris. Tapi kalo wanita, beberapa pihak terutama kaum feminis ogah memakainya. Why? Karena kosakata wanita itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya &lt;em&gt;wani ditata&lt;/em&gt; (mau atau berani ditata). Hal ini dianggap oleh mereka yang menyatakan dirinya pejuang perempuan, adalah menghinakan karena menganggap perempuan sebagai objek saja yang bisa ?dikerjai’.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah alasan mengapa mereka lebih memilih istilah perempuan karena mengandung makna ?empu’ yaitu artinya bijak atau berilmu pengetahuan. Halah, sampe segitunya ya? Emang sih, bila udah berkaitan dengan perempuan, kaum feminis ini bisa sangat segitunya. Bahkan isi kitab suci-dalam hal ini al-Quran-juga sangat segitunya untuk digugat dan dipertanyakan bila berkaitan dengan kepentingan perempuan. Ciloko!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oya, kali ini kita mo ngobrolin tentang Hari Perempuan yang lumayan menyita perhatian baik di TV ataupun di surat kabar. Meski udah berlalu, nggak ada salahnya dong kita membahasnya. Sebagai bekal kamu agar bijak menyikapinya bila hari perempuan ini datang lagi tahun depan, oke?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hari Perempuan, asal-muasalnya?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasti kamu semua pada bertanya-tanya tentang Hari Perempuan sedunia ini. Sebelumnya, yuk kita tengok asal-muasal Hari Perempuan sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret lalu itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Wikipedia, hari perempuan yang diperingati setiap tanggal 8 Maret itu adalah sebuah perayaan yang memperingati kebakaran Pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gagasan tentang perayaan ini pertama kali dikemukakan pada saat memasuki abad ke-20 di tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil mengadakan protes pada 8 Maret 1857 di New York City. Para buruh garmen memprotes apa yang mereka rasakan sebagai kondisi kerja yang sangat buruk dan tingkat gaji yang rendah. Para pengunjuk rasa diserang dan dibubarkan oleh polisi. Kaum perempuan ini membentuk serikat buruh mereka pada bulan yang sama dua tahun kemudian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Barat, Hari Perempuan Internasional dirayakan sekitar tahun 1910-an dan 1920-an, tetapi kemudian menghilang. Perayaan ini dihidupkan kembali dengan bangkitnya feminisme pada tahun 1960-an. Pada tahun 1975, PBB mulai mensponsori Hari Perempuan Internasional. &lt;em&gt;(&lt;a href="http://www.wikipedia.org/"&gt;www.wikipedia.org&lt;/a&gt;)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari Perempuan ini juga merupakan penanda perjuangan kaum perempuan agar haknya diakui baik dalam peran sertanya berkiprah di masyarakat maupun dalam pemilu. Soalnya kan, di zaman-zaman sebelumnya, kondisi dan nasib perempuan memang sangat memprihatinkan. Wajar aja kalo mereka ini butuh hari perempuan untuk memperingati perjuangannya. Nah, di era kekinian, gimana sih bentuk nyata perjuangan kaum perempuan ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perempuan di masa kini, menjadi komoditi yang sedang laris-manis untuk dibicarakan. Ibarat orang jualan produk tertentu, tema tentang perempuan selalu laku untuk dijual. Orang akan segera menoleh dan menanggapi dengan antusias kalo udah ngomongin soal perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fakta bahwa perempuan banyak menderita di sekitar kita, emang nggak bisa dihindari. Mulai dari kebodohan, kemiskinan, kekerasan rumah tangga hingga pelecehan seksual dan pembunuhan, perempuan selalu jadi korban. Atas dasar inilah muncul sekelompok orang yang berdalih ingin memperjuangkan kaum perempuan. Mereka inilah yang menyebut dirinya sebagai kaum feminis yang memegang erat paham feminisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Eh, asal-muasal feminisme nggak jauh-jauh banget dari munculnya hari perempuan sedunia. Insya Allah &lt;em&gt;next time&lt;/em&gt;, kita akan ngobrolin hal ini juga. Sekarang kita lebih fokus ke hari perempuan aja ya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perempuan dan harapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebalikan dari kenyataan di atas yang menimpa perempuan, ada sebuah harapan terukir ketika kita membicarakan sosok lembut yang satu ini. Perempuan cerdas itu harus. Bila ia cerdas, maka ia nggak akan menjadi miskin. Bila ia tak miskin, maka ia tak mudah dipancing untuk melakukan pekerjaan yang haram semisal jadi penari, penyanyi atau bahkan jual diri, hiii…&lt;em&gt;naudzhubillah&lt;/em&gt;. Bila perempuan pintar, maka ia nggak akan menjadi objek kekerasan dalam rumah tangga. Ia nggak akan mudah dilecehkan karena perempuan cerdas akan tahu membawa dirinya dengan berwibawa dan elegan. Betulkah seperti itu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenyataannya banyak perempuan yang menganggap dirinya pintar malah rumah tangganya kacau. Karena pintarnya, ia berkiprah sangat aktif di luar rumah. Ia hadir dari satu seminar ke seminar lain. Ia memberi ceramah dan penyuluhan dimana-mana. Ia mendirikan lembaga perlindungan perempuan. Ia bergaji besar dan tak pernah mengalami kemiskinan dan kekerasan. Namun, pernahkah kita tengok kondisi keluarga dan anak-anaknya? Si anak belum bangun, si ibu sudah pergi. Si anak sudah tidur, si ibu baru pulang. Begitu terus. Berulang-ulang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah salah menjadi perempuan aktif di luar rumah? Bukan itu masalahnya. Kecerdasan dan kepandaian saja ternyata tak mampu memberi kenyataan sesuai dengan harapan. Perempuan cerdas tanpa mempunyai pemahaman Islam yang benar, hanya menjadi mangsa perusahaan-perusahaan kapitalis. Mereka duduk manis sebagai &lt;em&gt;customer service&lt;/em&gt;, marketing, bendahara dan sebagainya. Perempuan adalah salah satu mesin uang dengan memanfaatkan kecantikan dan kelembutannya untuk menggaet konsumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perempuan pintar yang masih mengalami pelecehan seksual di jalan atau di tempat kerja juga sangat banyak. Meski tak sampai sentuhan fisik, kata-kata yang merendahkan juga termasuk ke dalam pelecehan ini. Lalu apa yang salah dengan semua ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bukan hanya tentang perempuan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila perempuan mau cerdas, permasalahan yang ada saat ini tidak melulu tentang perempuan aja. Harga sembako yang mahal, minyak goreng semakin melambung harganya, minyak tanah menghilang di pasaran, pendidikan tak terjangkau, ekonomi amburadul, pengangguran meningkat, kriminalitas merajalela, apakah cuma perempuan yang susah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapak-bapak kita susah, adik dan abang kita juga susah. Tetangga, Pak RT, Pak RW, Pak ustadz, dan kaum laki-laki pasti juga susah dengan kondisi ini. Pelecehan seksual bukan melulu ?milik’ perempuan tapi laki-laki juga bisa terkena kondisi ini. Jadi sebagai perempuan jangan GR dulu dengan merasa bahwa dunia sangat tidak adil terhadapnya. Coba kita lepas kacamata kuda akibat pengaruh feminisme ini, untuk mulai terbuka melihat bahwa ini semua terjadi akibat syariah Islam dicampakkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika kita mengabaikan hukum Allah, yakinlah bahwa janji Allah untuk memberi kesempitan pada kehidupan pasti akan terbukti. Sekarang ini faktanya. Semua pada mentok untuk mencari jalan keluar dari rumitnya masalah kehidupan. Ingat, ini masalah semua orang, masalah kemanusiaan secara umum, bukan melulu tentang perempuan. Bila demikian kondisinya, maka marilah bertanya resepnya kepada Yang Mahamenciptakan manusia dan kemanusiaan itu sendiri, yaitu Allah Swt., gitu gals! Paham kan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Back to Islam, Non!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila ada sebuah rumah yang udah sangat parah kondisinya dan hampir roboh, akankah kita betulkan satu per satu batu-batanya? Mungkin bisa, tapi hal itu sangat-sangat nggak efektif dan nggak efisien. Bila ada rumah mudah goyah dan rapuh, lihatlah pondasinya. Ternyata pondasi ini dulu yang harus dibenarkan dan dikuatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu juga dengan masalah perempuan. Nasib perempuan tak akan pernah berubah bila pondasi yang dipakai masih sekularisme. Solusi yang ditawarkan juga masih berbau feminisme bawaan kapitalisme. Perjuangan yang dilakukan perempuan ibarat jalan di tempat aja. Sudah capek, tapi tak ada hasilnya sama sekali. Boro-boro pahala, malah laknat Allah yang bakal menimpa bila kaum perempuan menganggap bahwa syariat Islam itu hanya untuk jaman kuno atau malah menolak sama sekali. Ati-ati!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bila perempuan nonmuslim berjuang atas nama feminisme, kita masih bisa maklum. Mereka tak punya mabda (ideologi) yang mumpuni untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Tapi bila ada seorang muslimah yang mengambil solusi selain dari Islam, kita patut bertanya-tanya. Apakah memang tidak paham, ataukah memang sengaja ingin menghancurkan Islam dari dalam? Betul nggak sih?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini yang menjadi tren adalah mengajak para muslimah untuk berjuang atas nama perempuan dengan dasar ide feminisme. Langkah inilah yang paling jitu untuk membuat muslimah semakin jauh dari pemahaman Islam yang benar. Pertanyaannya, apa iya kita masih juga terlena dengan solusi yang jelas-jelas makin menjauhkan kita dari Islam?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam dengan seluruh aturan hidup yang lengkap, memberi rambu-rambu bagi perempuan dan manusia seluruhnya untuk berbuat, bersikap dan beramal. Bila perempuan nonmuslim berjuang hanya sekadar untuk bisa ikut dalam pemilu di abad 19, Islam udah memberi hak itu sejak awal turunnya yaitu sekitar abad 6. Bila mereka protes untuk banyaknya pelecehan seksual pada diri perempuan, muslimah sudah dilindungi mulai dari cara berpakaiannya hingga harga dirinya. Masih ingat kan sejarah indah tentang bagaimana Khalifah al-Mu’tashim mengerahkan beribu-ribu pasukan ?hanya’ untuk membela kehormatan satu orang muslimah saja?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nggak ada kemuliaan kecuali dengan Islam. Namun, Islam nggak ada artinya bila dijauhkan dari kehidupan. Maka ayo kita serukan &lt;em&gt;Back to Islam&lt;/em&gt;, buang semua yang merusak Islam termasuk ide feminisme, kapitalisme, sosialisme dan semua isme yang batil itu. Hal ini hanya bisa terwujud bila Islam diterapkan dengan sempurna bukan hanya dalam akidah saja tapi juga syariahnya oleh institusi negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gimana caranya? Langkah praktis, ayo ngaji, biar kamu jadi muslimah yang nggak kupeng (kurang pengetahuan). Biar kamu nggak jadi muslimah yang gampang tergiur ide feminisme yang seolah-olah memihak perempuan, padahal mencelakakan. Biar kamu nggak mudah dibodohi dan dikadalin. Karena sesungguhnya hanya Islam yang peduli dengan nasib perempuan dan umat manusia seluruhnya. Kita nggak butuh dengan semua isme (paham) selain Islam. Ayo perempuan (termasuk cewek ya), kita berjuang dengan dasar Islam saja, bukan yang lain. Jangan mau dijajah dan disiksa oleh gaya hidup selain Islam. Kamu, para cewek–para perempuan, hanya bisa mulia bersama Islam. Akur? &lt;em&gt;So&lt;/em&gt; pasti dong! &lt;a href="http://www.gaulislam.com/bisik-bisik-soal-cewek/#more-830"&gt;&lt;strong&gt;[ria: riafariana@yahoo.com]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-7590677041625605724?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/7590677041625605724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=7590677041625605724&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/7590677041625605724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/7590677041625605724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/bisik-bisik-soal-cewek.html' title='Bisik-bisik &apos;Soal Cewek&apos;'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-8145730166866806656</id><published>2008-03-24T19:14:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T17:54:24.376-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Sahabat'/><title type='text'>Pentas Seni, Udah Basi!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Emang nggak seru kali ye kalo hidup diisi dengan serius mulu. Nggak ada bunga-bunganya, nggak ada hiburan, hanya fokus pada kerjaan atau belajar mulu. Katanya sih gitu. Apalagi kalo yang ditanya adalah remaja. Simak nih pendapat teman kamu yang berhasil dijerat dan ditodong via Yahoo! Messenger, “Hidup gue bakalan garing Mas, kalo cuma belajar, belajar dan belajar. Sekali-kali boleh dong hiburan!” tulis Andre asal Bandung. BTW, kalo kamu mo pada nyapa en ikutan ngobrol sama gaulislam bisa langsung add nih Yahoo! ID kita di YM (gaul.islam). Ditunggu ye! Eh, kok ini malah jadi kayak &lt;em&gt;request&lt;/em&gt; lagu-lagu di radio: AMKM alias Anda Meminta Kami Manyun! (backsound: manyun karena lagu yang diminta kagak ada hehehe…)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teman lain, namanya Lessya, doi nulis begini, “Hidup harus seimbang dong. Serius kudu, belajar harus, tapi otak kita kan perlu refreshing, misalnya sesekali diisi dengan menikmati hiburan, gitu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hmm… ternyata emang butuh hiburan. Meskipun tentu aja kalo kebanyakan hiburan juga malah jadi malas. Nggak ngerasa harus serius. Nggak ngerasa harus fokus belajar dan berdakwah. Memang harus ada keseimbangan. Namanya juga seimbang, berarti nggak berat sebelah. Nah, ngomong-ngomong soal berat sebelah, ada juga lho teman kita yang berpendapat agak lain, “Hiburan boleh. Belajar harus. Tapi menurutku, hiburan harusnya seperlunya aja. Belajar yang harus dibanyakkin. Jadi kalo mo berat sebelah, sebaiknya berat ke ibadahnya, berat ke belajar dan dakwah. Jangan berat lebih banyak dipake hiburan. Hiburan seperlunya aja.” Rully panjang lebar ngasih jawaban saat ditodong gaulislam di YM.&lt;span id="more-835"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, ngomong-ngomong soal hiburan, biasanya di sekolah suka ada tuh pentas seni dengan beragam aksi. Biasanya diisi band lokal sekolahan atau penyanyi dadakan yang penting ada hiburan. Tapi, di sekolah tertentu yang punya modal gede mah bisa aja datengin band terkenal (minimal terkenal di kota tersebut) untuk manggung di sekolahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sobat, sebenarnya setuju nggak sih ada pensi alias pentas seni di sekolahmu? “Gue sih setuju aja. Sebagai hiburan. Tapi jangan sampe ada kerusuhan,” tulis Andre.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Perlu banget, tapi harus band lokal sekolahan. Soalnya kalo ngundang dari band terkenal, aku khawatir terjadi kerusuhan karena membludaknya penonton dari sekolah lain,” Lessya berpendapat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lain lagi dengan Rully, yang aktivis rohis katanya sih, “Aku nggak setuju. Sebab, pensi yang diadain sekarang ini lebih banyak mudharatnya. Kalo nasyid juga sebenarnya khawatir karena yang nonton tetep histeris juga. Jadi lebih baik nggak ada deh. Kalo mau ada pentas kreasi, mending lomba nulis atau lomba pidato deh,” Rully ngasih alasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rima, yang ngakunya asal Medan saat ditodong sama gaulislam di YM pas chatting, komen begini: “Boleh aja pentas seni diadain di sekolah. Tapi harus steril dari maksiat, miras, campur baur cowok-cewek. Konser nasyid aja harus dipisah duduk cowok-ceweknya. Kalo nggak bisa dikondisikan begitu jangan diadain aja. Daripada dosa kan?” Rima dengan penuh semangat menulis. Hati-hati tuh jari tangan jadi keriting karena kecepatan ngetik di keyboard hehehe…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentas Seni, ajang unjuk kreasi?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bro, setiap manusia tuh pengen tampil dan menampilkan keterampilannya. Itu wajar. Maklumlah, karena manusia nggak mau dirinya cuma dianggap sebagai bilangan aja, tapi juga ingin diperhitungkan. Iya dong, sebab manusia memang memiliki naluri mempertahankan diri (gharizah al-Baqa’) yang penampakkan or perwujudannya adalah dengan kecintaan kepada dirinya sendiri. Buktinya, kalo mo nyebrang jalan aja reflek tengok kanan-kiri. Takut juga kan kalo ketabrak mobil or sepeda motor? Begitu pula secara naluri kita pengen diakui dan dihargai oleh orang lain. Buktinya kalo dihina marah, dilecehkan ngambek, disindir kesinggung, dipuji bangga. Iya nggak?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itu sebabnya, wajar pula kalo kita ingin dianggap lebih sama orang lain. Maka untuk unjuk gigi-meskipun tuh gigi udah gondrong bin surplus, rela melakukan aksi agar dilihat dan dianggap keberadaannya sama orang lain. Bikin pensi konon kabarnya bisa mendongkrak gengsi sekolah lho. Ada anggapan kalo sekolah udah bisa ngadain pensi dan berani ngundang band terkenal, minimal band lokal di kotanya tuh sekolah jadi naik derajat dan pangkat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa benar seperti itu? Mungkin iya, mungkin juga nggak. Tergantung yang ngeliat sih. Kalo yang ngeliatnya adalah mereka yang setuju dengan pensi bisa jadi iya jawabannya. Kalo yang nggak setuju bisa jadi mengingkari anggapan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalo dikatakan pensi adalah ajang untuk unjuk kreasi bisa dimaklumi. Memang begitu adanya. Cuma masalahnya, apa benar unjuk kreasi hanya dengan pentas seni? Apa benar menaikkan gengsi dan derajat nama sekolah bisa diangkat dari pensi? Nggak selalu kan? Apalagi sebagai muslim, kita nggak bisa dan nggak boleh melakukan perbuatan sebelum tahu hukumnya. Apalagi perbuatan yang sudah tahu hukumnya, harus hati-hati. Sebab, nggak bisa kita asal lakuin aja dengan pertimbangan asas manfaat. Sebagai muslim, bukan asas manfaat yang didahulukan, tapi apakah perbuatan tersebut diperbolehkan atau dilarang dalam ajaran Islam. Itu aja. Setuju?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski niatnya unjuk kreasi dan kreativitas diri tapi bukan berarti menghalalkan segala cara dong. Niat aja belum cukup kalo caranya nggak benar. Niat dan cara harus klop. Niat ibadah, maka caranya pun harus benar sesuai tuntunan Allah Swt. dan RasulNya. Nah, yang kacau banget adalah niatnya salah, caranya juga salah. Yo wis, itu mah wassalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seni harus ngikutin syariat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mohon diingat ya Bro, bukan syariat yang ngikutin seni, tapi seni yang wajib ngikutin syariat. Kalo syariat ngikutin seni, itu keliru. Nanti seni akan memaksakan supaya syariat ngasih legitimasi terhadap kebebasan seni. Syariat cuma pelengkap doang, atau stempel legalisasi adanya seni dan syariat nggak bisa ngatur lebih jauh soal seni. Sehingga akhirnya rancu en bias. Contoh, kalo &lt;em&gt;band kepret&lt;/em&gt; alias qasidahan manggung, nggak terlalu dilarang meskipun penyanyinya tabarruj alias berlebihan dalam berhias, terus joget-joget dan pake kerudungnya juga &lt;em&gt;roll-on&lt;/em&gt; alias bisa ditutup buka secara kilat. Waduh, itu udah salah kaprah deh, Sis. Nggak banget alias jangan sampe hal itu dilakukan sama seorang muslim sejati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, seharusnya seni yang mengikuti syariat. Jadi apa kata syariat. Harus taat sama aturan main syariat. Jangankan seni, seluruh aspek persoalan kehidupan wajib ngikutin apa kata syariat. BTW, apakah syariat Islam ngatur masalah seni?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waduh, jangan sampe kamu ketinggalan informasi gara-gara malas mengkaji Islam. Banyak lho ulama yang ngebahas tentang seni. Islam memandang seni musik, seni suara, seni tari, seni lukis dan jenis lainnya harus diatur dan disesuaikan dengan ketentuan ajaran Islam. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, kudu ngikutin apa kata Islam, gitu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentang nyanyian dan musik ini, Islam menilai empat pokok persoalan: 1) melantunkan nyanyian, 2) mendengarkan nyanyian, 3) memainkan alat musik, dan 4) mendengarkan musik. Selain itu, dalam Islam diatur pula kondisi ketika menyanyi, mendengarkan nyanyian, bermain musik dan mendengarkan musik supaya nggak kecampur dengan perbuatan maksiat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oya, soal musik ini, sebenarnya ada pendapat yang mengharamkan, dan ada pula yang menghalalkan. Nah, lho kok bisa? Nggak kompak banget. Hehe..gini nih penjelasannya. Pendapat yang mengharamkan nyanyian misalnya berdasarkan firman Allah dalam QS. Luqman ayat 6, artinya? &lt;em&gt;“Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna (lahwal hadits) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu ejekan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS Luqman [31]: 6)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa ulama menafsirkan maksud &lt;em&gt;lahwal hadits&lt;/em&gt; ini sebagai nyanyian, musik atau lagu, di antaranya al-Hasan, al-Qurthubi, Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud. Ayat-ayat lain yang dijadikan dalil pengharaman nyanyian adalah QS an-Najm : 59-61, dan QS al-Isra? : 64 &lt;strong&gt;(al-Jazairi, 1992 : 20-22).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian pendapat yang menghalalkan nyanyian adalah berdasarkan Firman Allah Swt. dalam QS al-Maidah [5] ayat 87; artinya : &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga dalam riwayat Ruba’i Binti Mu’awwidz Bin Afra yang berkata;&lt;em&gt; “Nabi saw. mendatangi pesta perkawinanku, lalu beliau duduk di atas dipan seperti dudukmu denganku, lalu mulailah beberapa orang hamba perempuan kami memukul gendang dan mereka menyanyi dengan memuji orang yang mati syahid pada perang Badar. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka berkata; “Di antara kita ada Nabi saw. yang mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.” Maka Nabi saw. bersabda : “Tinggalkan omongan itu. Teruskanlah apa yang kamu (nyanyikan) tadi&lt;/em&gt;.” &lt;strong&gt;(HR al-Bukhari, dalam &lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt; III:113 dari Aisyah ra.)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ehm, mungkin kamu bengong karena ada beda pendapat. Nah, kalo terjadi ta’arud alias perbedaan yang bertolak belakang, antara halal dan haram padahal keduanya punya dalil yang kuat dari sumber yang sama, gimana?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam asy-Syafi’i mengatakan bahwa tidak dibenarkan dari Nabi saw. ada dua hadits shahih yang saling bertentangan, di mana salah satunya menafikan apa yang ditetapkan yang lainnya, kecuali dua hadits ini dapat dipahami salah satunya berupa hukum khusus sedang lainnya hukum umum, atau salah satunya global (&lt;em&gt;ijmal&lt;/em&gt;) sedang lainnya adalah penjelasan (&lt;em&gt;tafsir&lt;/em&gt;). Pertentangan hanya terjadi jika terjadi &lt;em&gt;nasakh&lt;/em&gt; (penghapusan hukum), meskipun mujtahid belum menjumpai nasakh itu &lt;strong&gt;(asy-Syaukani, t.t. : 275)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesimpulan singkatnya, biar kamu nggak pusing-pusing dan mual-mual baca artikel ini, mengenai kedua dalil yang seolah bertentangan di atas dapat dipahami sebagai berikut: bahwa dalil yang mengharamkan menunjukkan hukum umum nyanyian. Sedang dalil yang membolehkan, menunjukkan hukum khusus, atau perkecualian (&lt;em&gt;takhsis&lt;/em&gt;), yaitu bolehnya nyanyian pada tempat, kondisi, atau peristiwa tertentu yang dibolehkan syara’, seperti pada hari raya. Atau dapat pula dipahami bahwa dalil yang mengharamkan menunjukkan keharaman nyanyian secara mutlak. Sedang dalil yang menghalalkan, menunjukkan bolehnya nyanyian secara &lt;em&gt;muqayyad&lt;/em&gt; (ada batasan atau kriterianya) &lt;strong&gt;(al-Baghdadi, 1991 : 63-64; asy-Syuwaiki, t.t. : 102-103)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi gimana? Boleh nyanyi asal: nyanyian yang mengajak ibadah, semangat perjuangan dan dakwah Islam. Tempat acaranya: nggak campur baur cowok-cewek, nggak ada miras, nggak ada maksiat lainnya. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, kalo ngadain pentas seni tapi masih jauh dari nilai-nilai ajaran Islam, itu namanya nabung dosa en udah basi. Sementara ini dulu ye. Terus semangat belajar Islam! &lt;a href="http://www.gaulislam.com/pentas-seni-udah-basi/#more-835"&gt;&lt;strong&gt;[solihin: sholihin@gmx.net]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-8145730166866806656?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/8145730166866806656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=8145730166866806656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8145730166866806656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/8145730166866806656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/pentas-seni-udah-basi.html' title='Pentas Seni, Udah Basi!'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5448327338184941771.post-6033674581324674588</id><published>2008-03-24T01:06:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T17:55:42.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tulisan Sahabat'/><title type='text'>Awas, Cinta Buta!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Cinta ini setua umur manusia. Itu artinya, bahwa cinta udah hadir sejak Nabi Adam AS diciptakan oleh Allah Swt. Cinta terus ada sampe sekarang, bahkan sangat boleh jadi hingga akhir dunia ini. Cinta tuh boleh dibilang &lt;em&gt;everlasting&lt;/em&gt; alias ada terus selama kehidupan masih berlangsung di dunia ini. Selalu enak dibicarakan dan asyik ditulis. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, jangan heran kalo ribuan lagu yang digubah dan bertema tentang cinta tetap enak aja didengerinnya. Iya kan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Coba deh, dari jenis lagu dangdut, keroncong, pop, campursari, lagu-lagu daerah, sampe jenis musik rock selalu enak didendangkan jika temanya cinta. Di televisi, malah ada seseorang yang curhat bahwa lagu-lagunya &lt;em&gt;Radja&lt;/em&gt; tuh romantis banget. Dengan kata lain, lagu-lagu yang dinyanyikan Yan Kasela tuh asyik banget. Kayak lagu &lt;em&gt;Yakin&lt;/em&gt; yang sebagian liriknya seperti ini: &lt;em&gt;“Yakinkan cintamu kepadaku/ Agar aku bisa memiliki/ Setulus hatiku mencintai dirimu/ Ooh lupakanlah semua mimpi-mimpi/ Walaupun bayangnya menghantui/ Yang kadang ingin selalu memilih cinta/ Aku hanya ingin cinta itu pasti/ Jangan ada lagi keraguan/ Ooh… Aku hanya ingin cinta yang abadi/ Seperti air… Oh..oh…”&lt;/em&gt;&lt;span id="more-828"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Duh, hati siapa sih yang tak terenyuh dengerin lirik lagu kayak gini, apalagi dengan iringan musik asyik khas &lt;em&gt;Radja&lt;/em&gt;?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oke, mungkin lagu ini milik remaja jaman kiwari, saya juga punya kenangan lho waktu jaman SMA dulu (akhir tahun 80-an) dengan sebuah lagu cinta. Lagu itu dinyanyikan oleh Malida, yakni &lt;em&gt;Semua Jadi Satu&lt;/em&gt;. Kini setelah lebih dari 17 tahun, lagu ciptaan Deddy Dhukun dan Dian Pramana Putra itu dipopulerkan kembali oleh 3 Diva: Krisdayanti, Ruth Sahanaya dan Titi DJ. Pasti sekarang kamu jadi kenal juga dengan lirik lagi itu. Ini nih penggalan liriknya: &lt;em&gt;“Cinta adalah kenangan/ rasanya tak mudah dilupakan/ cinta adalah kenangan/ indahnya tak mudah dibayangkan/ tangisan dan tawa serta riang canda/ berjuta benci juga rindu/ semua tumbuh jadi satu/ khayalan, yang nyata, angan-angan/ berjuta mimpi dan harapan jadi satu.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta emang selalu menyita perhatian kita. Ada di antara kita yang kemudian bahagia dengan cinta, tapi nggak sedikit yang merana karena cinta. Itu sebabnya, wajar juga kalo novelis Mira W pernah menyampaikan dalam sebuah novelnya: “Kita boleh hidup dengan cinta, tapi jangan mati karena cinta”. Hmm.. boljug neh pernyataannya. Soalnya banyak juga manusia yang terbius cinta (khususnya cinta kepada lawan jenis, harta, dan juga jabatan) hingga lupa segalanya. Sebab, yang ada dalam benaknya hanyalah cinta, cinta, dan cinta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuliskan dalam bukunya  &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;&lt;em&gt;al-Jawabul Kafi Liman Saala’ Anid Dawaaisy-syafi (edisi terj.) hlm, 266)&lt;/em&gt;, bahwa pencinta itu ada tiga golongan, yaitu sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, pencinta semua keindahan yang dianggapnya sebagai keindahan absolut (mutlak). Kedua, pencinta keindahan yang dianggapnya sebagai keindahan relatif yang tidak absolut, baik ia berambisi mengejarnya maupun tidak. Ketiga, pencinta yang berambisi mengejar yang dicintainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, menurut Ibnu Qayyim, tingkat kecintaan dari setiap jenis ini berbeda dan bertingkat dari segi kekuatan dan kelemahan-nya. Pencinta keindahan yang dianggapnya mutlak hati dan matanya gelap. Artinya setiap yang dilihatnya indah, dicintainya dan dikejar. Kecintaan yang dimilikinya lebih jauh dan luas, akan tetapi ia tidak punya pendirian dan mudah berubah-ubah. Seperti kata penyair: &lt;em&gt;Ia tergila-gila dengan orang ini kemudian mencintai yang lainnya. Dan ia hanya terhibur dengan cintanya saat itu hingga subuh.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pencinta jenis kedua lebih teguh pendiriannya, lebih setia, lebih langgeng, dan lebih kuat daripada pencinta jenis pertama. Akan tetapi, kelemahannya adalah apabila kedua jenis tersebut tidak ada ambisi positif kepada yang dicintai. Sebab, pencinta yang memiliki ambisi kepada yang dicintai lebih cerdas dan lebih mengetahui karena ambisilah yang menguatkannya,” begitu tulis Ibnu Qayyim memberi penjelasan tambahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cinta buta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cinta buta adalah cinta yang tak mengikuti aturan Islam. Ia bebas berbuat apa saja. Termasuk saat orang yang model begitu tuh jatuh cinta, maka ia akan buta dan gelap mata. Berbuat sesukanya dan mencampakkan norma agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada beberapa kerusakan akibat cinta buta ini. Ibnu Qayyim (&lt;em&gt;ibidem, &lt;/em&gt;hlm, 242-244) menulis sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, lupa mengingat Allah. Lebih sibuk mengingat makhlukNya, yakni orang yang dicintainya, misalnya. Jika dia lebih kuat mengingat Allah, insya Allah mengingat makhlukNya jadi terkendali. Tapi jika lebih kuat mengingat makhlukNya, maka mengingat Allah akan dikalahkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, menyiksa hati. Cinta buta, meski adakalanya dinikmati oleh pelakunya, namun sebenarnya ia merasakan ketersiksaan hati yang paling berat. Capek deh!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, hatinya tertawan dan terhina. Ya, hatinya akan tertawan dengan orang yang dicintainya. Namun, karena ia mabuk cinta, maka ia tidak merasakan musibah yang menimpa. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, ati-ati deh kalo jatuh cinta. Jangan sampe hati kita tertawan dengannya, hingga lupa segalanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, melupakan agama. Tak ada orang yang paling menyia-nyiakan agama dan dunia melebihi orang yang sedang dirundung cinta buta. Ia menyia-nyiakan maslahat agamanya karena hatinya lalai untuk beribadah kepada Allah. Kalo ada teman kita ketika jatuh cinta tuh sampe nggak sholat, nggak sekolah, dan nggak belajar, karena cuma mikirin dia, maka itu udah dibilang cinta buta. Jadi, kita kudu ingatkan dia supaya jangan keterusan begitu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelima, mengundang bahaya. Bahaya-bahaya dunia dan akhirat lebih cepat menimpa kepada orang yang dirundung cinta buta melebihi kecepatan api membakar kayu kering. Ketika hati berdekatan dengan orang yang dicintainya secara buta itu, ia akan menjauh dari Allah. Jika hati jauh dari Allah, semua jenis marabahaya akan mengancamnya dari segala sisi karena setan menguasainya. Jika setan telah menguasainya, maka mana ada musuh yang senang lawannya senang? Semua musuh ingin musuhnya dalam bahaya. Duh, jangan sampe kejadian. Cukup fakta-fakta soal perzinahan dan penularan penyakit seksual itu menjadi perhatian bagi kita untuk nggak melakukan hal yang sama. Setuju kan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keenam, setan akan menguasai. Jika kekuatan setan menguasai seseorang, ia akan merusak akalnya dan memberikan rasa waswas. Bahkan, mungkin tak ada bedanya dengan orgil alias orang gila. Mereka nggak menggunakan akalnya secara layak. Padahal yang paling berharga bagi manusia adalah akalnya yang membedakan ia dengan binatang. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, nggak heran dong kalo banyak yang kejerumus berbuat maksiat karena mikirnya instan banget. Cuma kepikiran enak aja menurut hawa nafsunya. Nggak mikir jauh ke depan: soal dosa dan akibat dosa tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketujuh, mengurangi kepekaan. Cinta buta akan merusak indera atau mengurangi kepekaannya, baik indera &lt;em&gt;suriya&lt;/em&gt; (konkret) maupun indera maknawi (abstrak). Kerusakan indera maknawi mengikuti rusaknya hati, sebab jika hati telah rusak, maka organ pengindera lain, seperti mata, lisan, telinga, juga turut rusak. Artinya, ia akan melihat yang buruk pada diri orang yang dicintainya secara buta itu sebagai sebuah kebaikan dan juga sebaliknya. Disebutkan oleh Imam Ahmad, “Cintamu kepada sesuatu membutakanmu dan membuatmu tuli.” Ibnu Abbas pernah mendengar berita ada seorang laki-laki yang sangat kurus sehingga yang tersisa hanya kulit dan tulang. Ibnu Abbas berkata, “Kenapa ia?” “Ia terkena jatuh cinta, &lt;em&gt;isyq&lt;/em&gt; (cinta buta)”, jawab seseorang. Kemudian Ibnu Abbas berdoa dan berlindung kepada Allah sepanjang hari dari penyakit &lt;em&gt;isyq&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sobat muda muslim, inilah beberapa &lt;em&gt;mafsadat&lt;/em&gt; alias kerusakan akibat cinta buta. Cinta buta adalah seseorang yang mencintai secara berlebihan, sehingga orang yang dicintainya sudah pada level menguasai dan mengendalikannya. Seperti kata pepatah, cinta buta itu awalnya ringan dan manis, pertenga-hannya sedih, kesibukan, dan sakitnya hati, dan ujung-ujungnya adalah kebinasaan dan kematian, jika nggak diselamatkan oleh Allah Swt. Jadi, ati-ati deh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oya, sekadar penjelasan tambahan nih. Kalo &lt;em&gt;isyq&lt;/em&gt; adalah cinta yang berlebihan (cinta buta), maka &lt;em&gt;syauq&lt;/em&gt; adalah kedamaian hati kepada yang dicintai atau orang yang dicintai tertulis di dalam hati dalam bentuk kerinduan. Tingkatan ini digunakan kepada Allah, disebutkan dalam Musnad Ahmad, bahwa Ammar bin Yasir melakukan shalat yang singkat dan ia ditanya tentang hal itu. Lalu ia menjawab, “Saya berdoa seperti yang dilakukan Rasulullah saw., yaitu, &lt;em&gt;“Ya Allah aku meminta kepadaMu dengan ilmuMu tentang yang gaib dan dengan kekuasaanMu kepada makhluk, hidupkanlah aku jika kehidupan itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian lebih baik bagiku. Aku memohon kepadaMu ketakutan kepadaMu di saat sepi dan di keramaian. Aku memohon kepadaMu berkata yang benar di saat aku senang atau di saat marah. Aku memohon kepadaMu sikap sederhana dan tenang di saat fakir dan kaya. Aku memohon kepadaMu kenikmatan yang tidak akan hilang dan kebahagiaan yang tidak terputus. Aku memohon kepadaMu ridha kepada keputusan-Mu, kesejukan hidup setelah mati, kenikmatan melihat wajahMu, &lt;/em&gt;syauq&lt;em&gt; (kerinduan) berjumpa kepadaMu, dan jauhkan aku dari kesempitan hidup yang berbahaya dan fitnah yang menyesatkanku. Ya Allah hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikan kami orang yang memberi petunjuk dan diberi petunjuk.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Guys&lt;/em&gt;, saya ngasih gambaran seperti ini saking sayangnya sama kamu semua (deeu… pede dan geer banget ya? Hehehe…). Jangan sampe kamu terbius oleh gemerlap kehidupan yang menawarkan kenikmatan semu. Nggak usah tergoda untuk melakukan gaul bebas, karena akibatnya udah jelas. Rugi dunia-akhirat tuh. Jatuh cinta sih boleh aja, tapi jangan mengekspresikannya di jalur yang salah, yakni perbuatan yang melanggar aturan Islam. Misalnya, pacaran dan seks bebas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yuk, kita mulai lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak. Jangan terus main-main dalam masalah seserius ini. Kalo pun kita belum mampu untuk menikah, jangan nekat menikah. Karena pernikahan bukan urusan main-main. Oya, kita pun harus rela untuk membuang jauh-jauh pikiran murah dan murahan tentang “pacaran”. Sebab, pacaran adalah salah satu bagian dari ekspresi cinta buta. Sumpah!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Boys and gals&lt;/em&gt;, mulai sekarang tumbuhkan dulu deh kecintaan kita kepada ilmu agama, sehingga kita jadi paham ilmu agama dan bisa diamalkan dalam kehidupan keseharian kita. Semoga pula kita tak tergoda dengan cinta buta. Jangan sampe deh. Bisa kan? Siip! &lt;a href="http://www.gaulislam.com/awas-cinta-buta/#more-828"&gt;&lt;strong&gt;[solihin: sholihin@gmx.net]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5448327338184941771-6033674581324674588?l=oeblikawula.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oeblikawula.blogspot.com/feeds/6033674581324674588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5448327338184941771&amp;postID=6033674581324674588&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6033674581324674588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5448327338184941771/posts/default/6033674581324674588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oeblikawula.blogspot.com/2008/03/awas-cinta-buta.html' title='Awas, Cinta Buta!'/><author><name>oeblikawula</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_dBF4r51QlRE/S6T_PF_tOgI/AAAAAAAAAA8/A_Z1EFzmZLo/S220/saya.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
